KASUS ISPA Meningkat di Banjarbaru

- Penulis

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabut asap di Banjarbaru. (Foto: detikKalimantan/Khairun Nisa)

Kabut asap di Banjarbaru. (Foto: detikKalimantan/Khairun Nisa)

SuarIndonesia — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan dalam beberapa waktu terakhir memberi dampak kabut asap, tak terkecuali wilayah Kota Banjarbaru. Tercatat angka penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Banjarbaru mengalami peningkatan.

Data kumulatif Dinkes Banjarbaru mencatat sepanjang Januari-Juli 2026, kasus ISPA di Kota Banjarbaru mencapai 21.323. Dinas Kesehatan Banjarbaru mencatat kenaikan jumlah penderita ISPA terjadi sejak pertengahan Juli 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr Siti Ningsih menyebut kenaikan angka kasus terjadi sejak minggu ke-29 sebanyak 879 kasus.

“Memasuki minggu ke-30 jumlah penderita melonjak jadi 1.099 kasus,” kata Siti, Senin (10/8/2026).

Mengenai penyebabnya, Siti mengatakan bahwa terdapat keterkaitan antara paparan asap Karhutla terhadap gangguan pernafasan yang dialami penderita. Asap Karhutla bisa menyebabkan penderita mengalami batuk, pilek, nyeri tenggorokan hingga sesak nafas.

“Bagi warga yang memiliki riwayat asma dan penyakit paru kronis, risikonya bisa jauh lebih berat,” kata Siti.

Meski demikian, Siti menegaskan Dinkes tidak menyebutkan bahwa kenaikan angka ISPA di Banjarbaru didasari karena Karhutla. Sebab, ada beberapa faktor lain yang juga bisa menyebabkan ISPA, di antaranya perubahan cuaca, virus dan bakteri, sirkulasi udara buruk, serta terpapar langsung asap rokok.

Siti mengungkapkan, ada beberapa kelompok yang rentan terpapar ISPA di antaranya, lansia, balita, ibu hamil serta penderita penyakit pernafasan bawaan.

Baca Juga :   MEMPERKUAT SINERGI Antarinstansi Penegak Hukum yang Solid

“Dalam kondisi ini, kelompok rentan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan. Termasuk penderita penyakit jantung dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK),” tutur Siti dilansir dari detikKalimantan.

Selama kondisi kabut asap di wilayah Banjarbaru, Dinkes pun mengimbau agar masyarakat menggunakan masker saat akan beraktivitas di luar ruangan, serta menjaga daya tahan tubuh agar tak mudah terpapar.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat yang berada di wilayah terpapar asap agar menutup pintu dan jendela untuk menghindari masuknya asap ke dalam rumah.

“Jika memang mendesak harus beraktivitas di luar ruangan, warga sangat disarankan mengenakan masker standar perlindungan tinggi seperti jenis KN95 atau N95, dan senantiasa menutup pintu-jendela rumah,” ujarnya menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DISHUT Kalsel Tambah Sarana Penanganan Karhutla di Tahura Sultan Adam
NARKOBA – BALAP LIAR jadi Catatan untuk Kapolresta Banjarmasin
KAWANAN PENJARAH 1,3 Ton Sawit Tertangkap Setelah Dibuntuti Tim Pengawas
SAMPAH Hampir Dua Ton Terkumpul dari Tukar Sembako
SISWI SD jadi Korban Pelecehan Oknum Guru di Banjarmasin, Polisi Turun Tangan
DITILANG Sat Lantas Polresta Banjarmasin 30 Pengendara
CEGAH STUNTING dari Desa, Nor Fajeri Dorong Penguatan Peran Ibu Hamil dan Kader Kesehatan
MUSIM BARU Barito Putera Raih Prestasi, Ini Harapan Ketua DPRD Kalsel

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:02

KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Tujuh Saksi Diperiksa Kejagung

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:57

KASUS MBG: 16 Saksi Dipanggil Kejagung dalam Penyidikan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:17

ANTISIPASI Dampak Karhutla saat Fenomena El Nino

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:22

FEBRIE ADRIANSYAH Usai Diperiksa 7 Jam Dibawa Lagi ke Rutan KPK

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:34

FEBRIE ADRIANSYAH Kenakan Rompi Tahanan Pink ke Kejagung

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:23

MENHUB DUDY: “Kami Jajaki dengan China-Rusia Bangun Rel Trans-Kalimantan”

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:59

PRAPERADILAN Febrie bukan Hindari Proses Hukum

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:45

NAKES sebagai Pelayan Masyarakat tak Boleh Nirempati

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi upaya pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah. (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Kalteng

BIAYA Helikopter Water Bombing Sekitar Rp 100 Juta/Jam

Senin, 10 Agu 2026 - 22:01

Kabut asap di Banjarbaru. (Foto: detikKalimantan/Khairun Nisa)

Kalsel

KASUS ISPA Meningkat di Banjarbaru

Senin, 10 Agu 2026 - 21:51

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca