SuarIndonesia — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan dalam beberapa waktu terakhir memberi dampak kabut asap, tak terkecuali wilayah Kota Banjarbaru. Tercatat angka penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Banjarbaru mengalami peningkatan.
Data kumulatif Dinkes Banjarbaru mencatat sepanjang Januari-Juli 2026, kasus ISPA di Kota Banjarbaru mencapai 21.323. Dinas Kesehatan Banjarbaru mencatat kenaikan jumlah penderita ISPA terjadi sejak pertengahan Juli 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr Siti Ningsih menyebut kenaikan angka kasus terjadi sejak minggu ke-29 sebanyak 879 kasus.
“Memasuki minggu ke-30 jumlah penderita melonjak jadi 1.099 kasus,” kata Siti, Senin (10/8/2026).
Mengenai penyebabnya, Siti mengatakan bahwa terdapat keterkaitan antara paparan asap Karhutla terhadap gangguan pernafasan yang dialami penderita. Asap Karhutla bisa menyebabkan penderita mengalami batuk, pilek, nyeri tenggorokan hingga sesak nafas.
“Bagi warga yang memiliki riwayat asma dan penyakit paru kronis, risikonya bisa jauh lebih berat,” kata Siti.
Meski demikian, Siti menegaskan Dinkes tidak menyebutkan bahwa kenaikan angka ISPA di Banjarbaru didasari karena Karhutla. Sebab, ada beberapa faktor lain yang juga bisa menyebabkan ISPA, di antaranya perubahan cuaca, virus dan bakteri, sirkulasi udara buruk, serta terpapar langsung asap rokok.
Siti mengungkapkan, ada beberapa kelompok yang rentan terpapar ISPA di antaranya, lansia, balita, ibu hamil serta penderita penyakit pernafasan bawaan.
“Dalam kondisi ini, kelompok rentan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan. Termasuk penderita penyakit jantung dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK),” tutur Siti dilansir dari detikKalimantan.
Selama kondisi kabut asap di wilayah Banjarbaru, Dinkes pun mengimbau agar masyarakat menggunakan masker saat akan beraktivitas di luar ruangan, serta menjaga daya tahan tubuh agar tak mudah terpapar.
Selain itu, ia juga meminta masyarakat yang berada di wilayah terpapar asap agar menutup pintu dan jendela untuk menghindari masuknya asap ke dalam rumah.
“Jika memang mendesak harus beraktivitas di luar ruangan, warga sangat disarankan mengenakan masker standar perlindungan tinggi seperti jenis KN95 atau N95, dan senantiasa menutup pintu-jendela rumah,” ujarnya menambahkan. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















