50 RIBU Sekolah dapat Layar IFP, Tahun Depan akan Ditambah

- Penulis

Senin, 20 Oktober 2025 - 23:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto (atas, kiri) didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka (atas, kanan) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). (ANTARA FOTO/Aditya P Putra)

Presiden Prabowo Subianto (atas, kiri) didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka (atas, kanan) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). (ANTARA FOTO/Aditya P Putra)

SuarIndonesia — Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa sekitar 50 ribu sekolah di Indonesia telah menerima perangkat interactive flat panel (IFP) berukuran 75 inci untuk mendukung proses pembelajaran digital di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA.

Nantinya, jumlah layar yang akan diberikan akan terus bertambah tiap tahunnya.

“Kita tahun ini akan memberi satu interactive panel, interactive flat panel kayak layar ya, interaktif digital, 75 inci, di tiap sekolah SD, SMP, SMA. Yang kita sudah adakan sekarang adalah kalau tidak salah sudah dibagi ke mendekati 50.000 sekolah,” kata Prabowo dalam pidato pengantar Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Presiden menjelaskan program penyediaan perangkat pembelajaran interaktif tersebut merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk memperkuat digitalisasi pendidikan di seluruh wilayah tanah air, termasuk daerah terluar dan terpencil yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap guru dan sarana belajar.

Prabowo menyebut total sebanyak 288 ribu unit layar interaktif akan disalurkan pada tahun ini. Perangkat tersebut dilengkapi dengan komputer dan berisi ribuan hingga jutaan konten pendidikan, termasuk silabus dan materi ajar berbagai mata pelajaran.

Prabowo juga mengatakan pemerintah akan mengumpulkan guru-guru terbaik untuk mengajar di studio pusat.

Melalui sistem ini, sekolah-sekolah di pelosok dapat memperoleh akses pembelajaran dari guru-guru terbaik yang mengajar dari studio pusat di Jakarta.

Baca Juga :   KEMENTERIAN UMKM: Kembangkan Wisata Gastronomi Berbasis UMKM

“Kita akan bikin studio. Di studio ini guru-guru terbaik akan mengajar dan pelajaran dia bisa diterima di seluruh pelosok Indonesia. Jadi semua sekolah akan dapat akses kepada guru yang paling baik. Di bidang-bidang yang sulit, yang sangat sulit, apalagi di gunung-gunung, pulau terpencil,” kata Presiden, dilansir dari AntaraNews.

Pemerintah juga tengah menyiapkan teknologi konektivitas berbiaya rendah agar sekolah di daerah dengan keterbatasan internet dapat tetap terhubung dengan sistem pembelajaran digital.

Tahun depan, Prabowo mengatakan jumlah perangkat di tiap sekolah akan ditingkatkan menjadi empat unit, dengan target penambahan dua perangkat lagi pada tahun 2027.

“Jadi semua anak-anak kita mendapat akses kepada pengetahuan yang terbaik, terkini, dengan animasi dan dukungan yang terbaik. Saya dapat laporan dari Mendikdasmen, antusiasme anak-anak sekarang meningkat untuk sekolah, ya, selain MBG, dia juga pelajarannya juga menarik,” kata Kepala Negara.

“Ini saya kira penting karena fokus kita tidak boleh kita harus fokus kepada investasi paling penting bagi rakyat kita, investasi kepada anak-anak kita, sumber daya manusia kita,” imbuhnya. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KASUS Penyiraman Aktivis, Komnas HAM Dorong Pemeriksaan KaBAIS
KPK: Pengalihan Penahanan Terkait Strategi Penanganan Perkara
KPK: Progres Kasus Kuota Haji Disampaikan Senin 30 Maret
KABAIS TNI Mundur, Buntut Kasus Penyiraman Air Keras
MENKEU Purbaya: Efisiensi MBG Bisa Hemat Rp40 Triliun per Tahun
MENDAGRI Tito: Skema WFH Diusulkan Dilakukan Sehari dalam Sepekan
KPK: Pengalihan Penahanan Yaqut telah Sesuai Ketentuan
JADI SOROTAN Akhirnya KPK Kembalikan Lagi Gus Yaqut ke Sel Tahanan

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:00

AS Kaji Pengerahan 10.000 Tentara Darat Tambahan

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:46

PRESIDEN Maduro Ditahan di Sel Khusus Penjara AS

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:04

AKHIRI Perang, Pakistan jadi Perantara Komunikasi AS-Iran

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:58

1.900 Kapal Masih Tertahan di Selat Hormuz

Rabu, 25 Maret 2026 - 22:31

IAEA: AS dan Iran akan Berunding di Pakistan Akhir Pekan

Selasa, 24 Maret 2026 - 00:06

TERUS BOM IRAN Ini Ancaman Donald Trump jika Dialog Gagal, Singgung Perubahan Rezim

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:51

IRAN: 223 Perempuan dan 202 Anak-anak Tewas dalam Serangan AS-Israel

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:04

SANKSI Minyak Rusia Dicabut AS, Thailand Siap Negosiasi

Berita Terbaru

Headline

SEORANG WANITA Ingin Bunuh Terjun dari Jembatan

Sabtu, 28 Mar 2026 - 00:16

(thetimes.com)

Internasional

AS Kaji Pengerahan 10.000 Tentara Darat Tambahan

Jumat, 27 Mar 2026 - 20:00

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca