45 WARGA Sleman dan Gunungkidul Suspek Antraks, 1 Meninggal

- Penulis

Rabu, 13 Maret 2024 - 22:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi. Dinas Kesehatan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut sebanyak 45 warga di Kabupaten Sleman dan Gunungkidul saat ini berstatus suspek terjangkit antraks. [ANTARA Foto/M Ayudha]

Foto Ilustrasi. Dinas Kesehatan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut sebanyak 45 warga di Kabupaten Sleman dan Gunungkidul saat ini berstatus suspek terjangkit antraks. [ANTARA Foto/M Ayudha]

SuarIndonesia — Dinas Kesehatan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut sebanyak 45 warga di Kabupaten Sleman dan Gunungkidul saat ini berstatus suspek terjangkit antraks.

“Ada 45 (suspek antraks),” kata Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie saat dihubungi CNNIndonesia, Rabu (13/3/2024).

Puluhan orang berstatus suspek antraks ini antara lain 19 warga Dusun Kayoman, Serut, Gedangsari, Gunungkidul dan 26 warga Dusun Kalinongko Kidul, Gayamharjo, Prambanan, Sleman.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DIY Setyarini Hestu Lestari menyebut dari 19 orang berstatus suspek di Dusun Kayoman, ada sepasang suami istri yang sekarang dirawat di rumah sakit.

Hestu menyebut sampel darah puluhan orang berstatus suspek ini saat ini masih diperiksa di BB Labkesmas Yogyakarta untuk memastikan terjangkit tidaknya mereka oleh antraks.

“Sampai hari ini kita masih belum tahu hasilnya, jadi statusnya masih suspek,” kata Rini di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, seperti dikutip SuarIndonesia dari CNNIndonesia, Rabu (13/3/2024) sore.

Rini juga mengungkap adanya seorang warga Kalinongko Kidul berstatus suspek antraks berinisial R (72) yang meninggal dunia pada 25 Februari 2024 lalu dan belum sempat diambil sampel darahnya.

Menurut Rini, R bersama istri ikut menguliti dan mengonsumsi daging dari seekor sapi yang sebelumnya mati secara tak wajar. R, lanjutnya, langsung mengalami sakit perut tanpa ada riwayat penyakit asam lambung.

Kata Rini, R juga mengalami diare parah dan pada siku tangannya muncul koreng. Sempat dirawat inap di rumah sakit, R meninggal pada 25 Februari dan dimakamkan sehari setelahnya.

Baca Juga :   KPK Kantongi 152 Bukti Tetapkan Tersangka Sahbirin Noor

“Tanpa sempat diambil sampel darahnya,” kata Rini.

Sembari menunggu hasil pemeriksaan sampel keluar, Dinkes DIY telah melakukan profilaksis terhadap mereka yang bergejala antraks, serta warga yang tak bergejala namun ada riwayat kontak maupun ikut mengonsumsi daging ternak mati tak wajar.

Sebelumnya diberitakan, tiga ekor hewan ternak berupa satu sapi dan dua kambing milik warga Dusun Kayoman, Serut, Gedangsari, Gunungkidul, DIY, mati diduga karena terpapar virus antraks.

Ketiga hewan tersebut tak sampai dikonsumsi, namun dua di antaranya sudah disembelih sebelum dikubur. Adapun S, sang pemilik ternak disebut dirawat di rumah sakit dan berstatus pasien suspek antraks.

Penyebaran diduga berawal ketika S membawa pulang potongan daging kambing dari salah seorang warga Sleman berinisial W. Daging itu di kediaman S lalu dikuliti sebelum kemudian dikonsumsi.

Sementara di lingkungan tempat W tinggal, yakni Dusun Kalinongko Kidul, Gayamharjo, Prambanan, Sleman, DIY, dilaporkan sebanyak 7 hewan ternak mati sejak 10-11 Februari 2024 lalu dan diduga karena antraks. Sebagian besar daging hewan ternak mati itu dibagikan dan dikonsumsi oleh puluhan warga.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, kemudian melakukan uji sero survei terhadap 26 warga di Dusun Kalinongko Kidul akhir pekan lalu.

Sero survei dilaksanakan setelah sejumlah warga di dusun tersebut mengaku mengalami diare, pusing, muntah, sakit perut hingga demam usai mengonsumsi daging hewan ternak yang mati diduga karena terjangkit antraks. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PENANGKAPAN Roy Suryo dan dr Tifa karena Berkasnya P-21
BEM Menuntut Kehadiran Anggota DPR RI Dapil Kalsel
DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla
AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI
KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka
KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan
KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah
DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:15

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:24

354 JEMAAH HAJI Kloter 11 asal HSU Tiba

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:38

AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:17

DUKUNG HAUL ke-100 Datu Surgi Mufti, Polsek Banjarmasin Utara Serahkan Seekor Kambing

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca