SuarIndonesia – Pembudidaya ikan mengalami kerugian yang cukup besar imbas bencana banjir beberapa saat lalu.
Sekretaris Desa Sungaialang, Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, H. Abdul Azis Saidi, menyebut kerugian dari keramba jala apung (KJA) dan kolam di tempatnya Rp3,9 miliar dan Rp644 juta.
Berdasarkan pendataan yang sudah dilaksanakan tercatat KJA yang terdampak berjumlah 257 keramba dari total 490 keramba yang ada.
“Kerugian terbesar dialami bapak Kholilurrahman, dari 9 keramba yang dimiliki 6 di antaranya hilang terbawa arus.
Kerugian beliau mencapai Rp300 juta, karena ikan yang dibudidayakan induknya ikan Mas dan sudah siap panen. Total pemilik keramba jala apung berjumlah 95 orang,” tuturnya.
Ia menambahkan, jumlah kolam ikan yang terdampak 260 dari 265 kolam dengan jumlah pemilik 38 orang.
“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah untuk membangkitkan kembali usaha budidaya ikan baik di keramba maupun di kolam.
Jujur saja saat ini para pembudidaya sangat terpukul. Beberapa waktu lalu mereka juga mengalami kerugian akibat air surut sehingga banyak ikan yang mati.
Kondisi sekarang mereka kehilangan ikan dan kerambanya sekaligus.
Sebagian dari mereka modal awal ada yang pinjaman di bank atau pembiayaan. Begitupula pakan ikan sebagian sistem piutang di agen,” pungkasnya.
Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalsel, M. Fadheli, menjelaskan dari 3 kegiatan usaha perikanan yaitu hasil laut, budidaya, dan pengolahan ikan terdampak musibah bencana. Kerugian dari sektor perikanan mencapai Rp93 miliar.
Dikatakan Fadheli, dalam hal pemulihan ekonomi sektor perikanan provinsi mencanangkan 2 program.
Pertama pemulihan psikologis pembudidaya atau pekerja perikanan agar tetap mau berusaha karena saat ini banyak yang terpukul.
Yang kedua pihaknya berusaha berjuang di tingkat provinsi dan pusat agar diberikan stimulan.
“Makanya data tadi sangat diperlukan, data riil terutama. Misal KJA isi ikannya apa saja, usia ikannya apakah masih kecil atau siap panen.
Hal demikian harus didata menyeluruh sehingga bisa diketahui berapa kebutuhan bantuan.
Data ini akan kami perjuangkan di Bappeda dan DPR serta kementerian agar mendapatkan stimulan pemulihan ekonomi.
Kami berpesan agar para pekerja perikanan tetap optimis tetap semangat dalam berusaha. Dan tugas kami pemerintah untuk mendampingi,” tutupnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















