Widia, Pendemo yang Digigit Anjing K9 Berangsur Sembuh

Widia, Pendemo yang Digigit Anjing K9 Berangsur Sembuh
Teks Foto: Widia, Mahasiswi UIN yang sempat digigit Anjing Kepolisian saat Demo

Suarindonesia – Seorang mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin, Widia Qasidah yang digigit K9 (Anjing Pelacak) saat mengikuti aksi demontrasi di DPRD Kalsel pada Jumat kemarin sudah berhasil disembuhkan, Sabtu (15/9/2018).

Rekan korban sekaligus koordinator aksi, Rizki Ade Saputra mengatakan bahwa yang bersangkutan sudah sembuh dari gigitan K9 (Anjing Pelacak). Akan tetapi menurutnya, Widia tidak bisa mengikuti aksi kali ini (demo hari ini, red) lantaran masih dalam tahap penyembuhan.

“Sayangnya ia tak bisa ikut pada aksi ini, karena masih di rumahnya,” jelasnya.

Ade sangat menyayangkan akan adanya K9 (Anjing Pelacak) dalam aksi demonstrasi mahasiswa. Menurutnya, K9 digunakan untuk melacak kasus terorisme. “Biasa untuk kasus terorisme,” cetus Ade.

Sementara itu, Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Nasri mengatakan, K9 dihadirkan karena pihaknya takut aksi tersebut ditumpangi oleh pihak lain yang tidak bertanggungjawab. “Apalagi situasi saat ini sudah lain,” ucapnya saat mendampingi Kapolresta Banjarmasin. Sebelumnya, Widia Wasisa terpaksa dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Kalsel lantaran digigit oleh K9 (Anjing pelacak) Jumat (14/9).

Mahasiswi semester lima Fakultas Syariah UIN Antasari ini, mengalami sejumlah luka saat diamankan polisi. Termasuk luka akibat gigitan K9 (Anjing Pelacak) petugas kepolisian.

Menurut Widia, ia digigit anjing di paha kiri. Selain itu akibat sempat meronta coba melepaskan diri dari gigitan anjing, ia beberapa kali terjatuh sehingga menyebabkan luka di kakinya.

“Setelah itu ada yang membawa saya ke pos satpam di kantor dewan. Terus saya minta dibawa ke rumah sakit. Oleh polisi, saya dibawa ke RS Bhayangkara,” beber Widia.

Meski hanya luka ringan, namun dokter menyuntiknya dengan obat anti rabies. “Untuk anti rabies ini perlu lima kali disuntik. Ini kan baru satu, jadi saya harus empat kali lagi kembali untuk disuntik anti rabies,” kata Widia ditemui di ruang tunggu depan IGD RS Bhayangkara.

Menurut Widia, ia tidak ingat persis bagaimana anjing kepolisian itu bisa menggigitnya. Karena saat polisi mengamankan massa, situasinya sangat kacau. Aksi polisi itu, kata Widia, terjadi di halaman kantor dewan, saat massa ingin membubarkan diri.

“Waktu itu cuma satu orang yang menemui kami. Jadi kami membubarkan diri dan berencana kembali lagi setelah Sholat Jumat. Ternyata saat di halaman, polisi menangkapi kami,” tandas Widia. (BY)

 244 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: