WAPRES Ma’ruf Amin: ‘Jika Bisa Memilih, Semua Ingin jadi Anak Presiden’

- Penulis

Minggu, 25 Agustus 2024 - 20:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden Ma'ruf Amin (tengah) saat menghadiri penutupan Muktamar VI Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (25/8/2024). Muktamar tersebut menghasilkan sejumlah keputusan diantaranya menetapkan Wapres Ma'ruf Amin sebagai Ketua Dewan Syuro PKB periode 2024-2029, Muhaimin Iskandar menjadi Ketua Umum PKB periode 2024-2029 serta menegaskan bergabungnya PKB ke dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Wakil Presiden Ma'ruf Amin (tengah) saat menghadiri penutupan Muktamar VI Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (25/8/2024). Muktamar tersebut menghasilkan sejumlah keputusan diantaranya menetapkan Wapres Ma'ruf Amin sebagai Ketua Dewan Syuro PKB periode 2024-2029, Muhaimin Iskandar menjadi Ketua Umum PKB periode 2024-2029 serta menegaskan bergabungnya PKB ke dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

SuarIndonesia — Wakil Presiden (Wapres) sekaligus Ketua Dewan Syuro PKB Ma’ruf Amin mengungkit status anak presiden yang menurutnya jadi dambaan semua orang.

Hal tersebut diungkapkan Ma’ruf Amin, dalam pidato penutupan Muktamar PKB di Bali Nusa Dua Covention Centre, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (25/8/2024), mengutip CNNIndonesia.

Dia berkeyakinan semua orang akan memilih dilahirkan menjadi anak presiden jika hal itu menjadi pilihan.

“Seperti kita dipaksa, kita kan enggak bisa milih jadi anak siapa. Enggak ada yang bisa milih. Kalau bisa milih, tentu semua orang ingin jadi anak presiden, semua kan? Tapi kan enggak bisa milih, rupa kita, cantik apa buruk, hitam apa putih, mancung apa pesek, enggak bisa milih,” kata Ma’ruf Amin.

Selain itu, Wapres Ma’ruf mengajak seluruh kader PKB untuk istiqomah atau konsisten di jalur PKB dan istiqomah pada visi di PKB.

“Saya ingatkan PKB adalah gerakan politik kiai, bukan gerakan kiai politik. Kalau kiai politik itu, kiai yang punya tujuan politik. Kalau PKB itu politik ikuti gerakan kiai, Menurut kiai, menurut nasihat-nasihat kiai, menurut arahan kiai. Nah, itu tidak punya tujuan lain-lain, tujuannya kebaikan, karena itu, maka PKB disebut sebagai persembahan ulama untuk bangsa. Jadi kita tetap di jalur ini,” ujarnya.

Wapres Ma’ruf menjelaskan bahwa gerakan PKB adalah gerakan jihad perbaikan dan tidak ada paksaan untuk masuk ke PKB. Selain itu, gerakan politik PKB adalah gerakan yang saling mencintai dan menyayangi.

Baca Juga :   MAHFUD MD: Sebutan 'Yang Mulia' bagi Hakim Sangat Berlebihan

“Politik PKB adalah gerakan politik saling mencintai dan salin menyayangi, bukan gerakan politik permusuhan dan kebencian antara satu sama lain. Jadi permusuhan, kebencian Itu bukan watak PKB. Tapi menyayangi, salin mencintai itu adalah karakter politik PKB. Walaupun berbeda pandangan, berbeda dalam kontestasi lawan politik, tapi mereka adalah kawan kita dalam arti sesungguhnya, saling mencintai dan menyayangi,” ujarnya.

Muktamar ke-6 PKB di Bali telah sepakat memilih Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai ketua umum periode 2024-2029. Sementara Ma’ruf sebagai Ketua Dewan Syuro PKB.

Ma’ruf kemudian menceritakan alasan dirinya didapuk sebagai Ketua Dewan Syuro PKB. Dia awalnya mengaku ingin menikmati hari tua selepas berhenti bertugas menjadi wakil presiden pada Oktober 2024.

Namun keinginan itu batal lantaran diminta sejumlah kiai menjabat Ketua Dewan Syuro PKB.

“Kalau kiai sudah minta itu susah, nolaknya susah. Apalagi ketua dewan syuro itu Ketua Dewan Syuro PKB, saya sulit sekali untuk melupakan PKB. Karena saya bersama-sama para kiai ikut mendirikan PKB dulu,” imbuhnya. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KALSEL BERDUKA, Tokoh Ulama KH Husin Naparin Wafat di Usia 78 Tahun
DPRD KALSEL Beri Rekomendasi LKPj 2025 dan Restui Pemekaran
PEMDA Diminta tidak Lengah Meski Inflasi Terkendali
KETUA KPRP: Pengangkatan Kapolri Tetap Lewat Persetujuan DPR
PRESIDEN Putuskan Pembatasan Jabatan Polri di Luar Institusi
PEMERINTAH Kaji CNG sebagai Pengganti LPG 3 Kg
GO NASIONAL Sasirangan Todak Persit Kartika Chandra Kirana PD XXII/Tambun Bungai
POLRI akan Miskinkan Pengoplos LPG dengan Pasal TPPU

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:15

KALSEL BERDUKA, Tokoh Ulama KH Husin Naparin Wafat di Usia 78 Tahun

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:45

DISEJUTUI Pembentukan CDOB Kabupaten Tanah Kambatang Lima, Penyangga IKN

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:21

DPRD KALSEL Beri Rekomendasi LKPj 2025 dan Restui Pemekaran

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:05

NYARIS TAWURAN, Polisi Amankan Delapan Remaja dan Sejumlah Sajam

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:31

KETUA KPRP: Pengangkatan Kapolri Tetap Lewat Persetujuan DPR

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:21

PRESIDEN Putuskan Pembatasan Jabatan Polri di Luar Institusi

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:10

PANGDAM XXII/Tambun Bungai Berkolaborasi “Gerak Bersama” di Banjarmasin

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:52

MENURUN Kunjungan Wisata Geopark Meratus, Ini Penyebabnya

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca