SuarIndonesia – Pemprov Kalimantan Selatan kucurkan bantuan berupa uang senilai Rp 6,5 miliar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemko) se Kalsel. Kabupaten kota mendapatkan masing-masing Rp 500 juta.
Penyerahan bantuan dilakukan usai apel peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Halaman Kantor Gubernur Kalsel, Senin (4/5/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, H. Abdul Rahim, mengatakan bantuan tersebut ditujukan untuk menekan angka putus sekolah melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B dan Paket C.
“Ini bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan angka putus sekolah,” katanya.
Upaya dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan di daerah.
Berdasarkan data, jumlah Anak tidak Sekolah (ATS) di Kalsel masih mencapai puluhan ribu anak. Banjar menjadi kabupaten dengan angka tertinggi, yakni 12.752 anak per Mei 2025.
Disusul Kotabaru dengan angka 8.686. Lalu Banjarmasin dengan jumlah 7.720, Tanahlaut berjumlah 7.025.
Selanjutnya Tanah Bumbu dengan jumlah 5.092, Barito Kuala dengan jumlah 5.091, Hulu Sungai Tengah sebanyak 4.525 dan Hulu Sungai Selatan sejumlah 4.034.
Kemudian Tabalong dengan jumlah 3.377, Tapin 4.334, Hulu Sungai Utara sebanyak 4.279 dan Banjarbaru sebanyak 2.436. Sedang Balangan menjadi kabupaten terendah dengan jumlah 1.285. Jika ditotal, angka anak tidak sekolah ini mencapai 70.673.
Sementara itu, Kabid SMA Disdikbud Kalsel, Dedi Hidayat mengatakan, jumlah tersebut terverifikasi menyeluruh.
“Ini data secara kasar atau umum saja. Sebab ada juga yang sudah meninggal dan lainnya tapi masih tetap tercatat,” singkatnya.
Selain itu, Sekdaprov Kalsel, HM Syarifuddin memberikan apresiasi kepada insan pendidikan berprestasi serta menyalurkan dukungan nyata bagi sektor pendidikan.
Sejumlah capaian tingkat nasional hingga internasional diumumkan, di antaranya penghargaan Juara Terfavorit Kepala Sekolah Apresiasi GTK Tingkat Nasional 2025 yang diraih Salmah, S.Pd., Kepala SLB Negeri Pembina Kota Banjarbaru.
Kemudian, Juara 1 Seleksi Duta Teknologi Tingkat Nasional 2024 oleh Wiwit Wulandari, S.Pd., guru SMAN 2 Martapura, serta Juara 1 Lomba Nasional Pioneer Pembelajaran Inovatif Pemanfaatan AI oleh Amnah Ridawati, S.Pd., guru SMKN 1 Murung Pudak.
Di tingkat pelajar, prestasi diraih melalui Juara 1 Lomba Kompetisi Siswa Tingkat Nasional, Olimpiade Sains Nasional, hingga Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional.
Bahkan, prestasi internasional turut ditorehkan Mawadah Warohmah, siswa SLBN Kandangan, yang meraih medali perak pada ajang Culinary Chef Competition.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















