PEMERINTAH Kaji CNG sebagai Pengganti LPG 3 Kg

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Foto: Antara/Maria C Galuh)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Foto: Antara/Maria C Galuh)

SuarIndonesia — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah mengkaji penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram guna mengurangi ketergantungan impor energi.

Usai menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026), Bahlil menjelaskan bahwa CNG bukan teknologi baru karena telah digunakan di sektor perhotelan, restoran, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pemanfaatannya selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram.

Pemerintah saat ini tengah melakukan uji coba pengembangan tabung CNG berukuran kecil setara LPG 3 kilogram. Ia menyebut tantangan utama berada pada aspek teknis karena tekanan gas CNG jauh lebih tinggi, yakni sekitar 200 hingga 250 bar.

“Untuk ukuran 3 kilogram, tabungnya masih dalam tahap uji coba karena tekanannya cukup besar. Dalam dua hingga tiga bulan ke depan kami harapkan sudah ada hasilnya,” kata Bahlil, melansir dari Antara.

Ia menambahkan, apabila hasil uji coba dinyatakan layak, pemerintah membuka peluang konversi bertahap dari LPG ke CNG untuk kebutuhan rumah tangga.

Menurut Bahlil, CNG memiliki keunggulan karena seluruh bahan bakunya tersedia di dalam negeri, termasuk sumber gas alam yang melimpah. Selain itu, pemerintah juga menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dialokasikan untuk kebutuhan domestik.

Baca Juga :   KEPALA BGN Tingkatkan Status Keracunan MBG jadi Kejadian Fatal

Terkait skema subsidi, lanjut dia, pemerintah masih melakukan kajian menyeluruh. Opsi pemberian subsidi tetap terbuka, namun mekanisme dan volumenya masih dalam pembahasan.

“Semua masih dikaji, termasuk kemungkinan subsidi dan besaran volumenya,” ujarnya.

Secara ekonomi, Bahlil memperkirakan harga CNG sekitar 30 persen lebih murah dibandingkan LPG karena tidak bergantung pada impor serta memiliki biaya distribusi yang lebih rendah.

Ia menegaskan penggunaan CNG dalam skala besar telah berjalan di sejumlah daerah, terutama di Pulau Jawa, sehingga secara teknologi dinilai siap untuk dikembangkan lebih luas sebagai solusi energi nasional yang lebih mandiri dan efisien. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PERSONEL Pemadam Karhutla Dirotasi untuk Cegah Kelelahan
JANGAN LENGAH Wanti-wanti Menhut Raja Antoni, Hujan Diprediksi Pertengahan November
MENHUT Raja Antoni Turun ke Kalsel, Pastikan Penanganan Karhutla Maksimal
TERKAIT Karhutla, 5 hingga 6 Perusahaan Bakalan Kena Sanksi
SEMBILAN Sarang Narkoba di Sumut Digerebek Bareksrim Polri
PEMDA Diminta Aktif Sukseskan Swasembada Pangan
MASYARAKAT Diminta Kumpulkan Bukti Penipuan Pembukaan SPPG
POLRI Mutasi 199 Personel, Termasuk Kakorlantas dan 3 Kapolda Serta 7 Wakapolda

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:43

KEMENHUB-KAI Matangkan Kajian Kereta Logistik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:39

PERSOALAN Tapal Batas Kutai Timur-Berau segera Masuk Meja Kemendagri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:41

KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih

Rabu, 30 September 2026 - 20:38

WUJUDKAN Swasembada Pangan dan Air Melalui PM-AAS

Senin, 28 September 2026 - 20:31

ORANG UTAN Diselamatkan, Dikembalikan ke Habitatnya

Minggu, 27 September 2026 - 16:22

DILAPORKAN KE POLISI Sengketa Warisan dan Sorot Persoalan Administrasi Proses Penerbitan Dokumen

Jumat, 25 September 2026 - 22:28

23.556 HA Hutan Konservasi Tahura Bukit Soeharto Dikuasai Ilegal

Senin, 21 September 2026 - 19:54

15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Dibawa ke Paripurna DPR

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca