ANGGOTA DPRD KALSEL Angkat Bicara Soal Keresahan Tarif Listrik Tiba-tiba “Menyengat”

- Penulis

Senin, 4 Mei 2026 - 19:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ir H Agus Mulia Husin, S.Pi

Ir H Agus Mulia Husin, S.Pi

SuarIndonesia – Anggota DPRD Kalsel dari Komisi III, angkat bicara soal keresahan masyarakat dari perbicangan di sosial media (sosmed) tentang tarif listrik tiba-tiba “menyengat” (kenaikan melonjak).

“Ya soal ini kita kaget juga. Memang harus dilakukan secara bijaksana dalam situsi sekarang, jangan sampai membuat masyarakat heran hingga resah, “kata Ir H Agus Mulia Husin, S.Pi.Anggotal dari Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional), ketika ditanya wartawan, Senin (4/5/2026).

Sisi lain kalau memang ada kenijakan dari PLN daerah, harus transparansi, sosialisasikan dasrnya apa, jangan bikin kaget masyarakat,” ucapnya lagi.

Intinya jangan menggangu ekonomi masyarakat, yang sudah kesulitan dengan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).” Kita dari DPRD ini sih tak punya kewenangan atas dasarnya, kalau itu kebijakan memang dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang membawahi PLN.

Keterangan lain. diketahui berdasarkan informasi terbaru yang telah diumumkan pemerintah per April-Juni 2026 baik pelanggan subsidi maupun nonsubsidi, untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat, Tarif Tenaga listrik (TDL),tidak ada kenaikan.

Namun banyak warga Banjarmasin hingga Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, yang ramai perbicangkan di sosmed), adanya kenikan yang dirasa tidak wajar dan tanpa pemberitahuan.

Warganet ramai membicarakan kenaikan tagihan yang dinilai drastis, dengan contoh kenaikan hingga Rp 450.000 (dari Rp 800.000 ke Rp 1.250.000) pada tagihan dua meteran.

Meskipun seringkali kenaikan disebabkan oleh penggunaan listrik yang berlebihan, keluhan warga kali ini menyoroti kenaikan yang tidak lazim, sering terjadi setelah program diskon berakhir atau adanya penyesuaian tarif.

“Pantas bayar listrik jadi Rp 1 juta lebih. Bisa PLN menaikkan tarif kadada (tidak ada) pemberitahuan Padahal dilihat sama saja pemakaian seperti bulan yang lalu), harusnya Rp 800 an saja,” ucap Nadya, warga Kuripan Banjarmasin, sebelumnya.

Lain lagi komentar warga Gambut Kabupaten Banjar. “Betul kita mengalami dan jadi heran,” ucap Gusti Desy, warga Jalan Irigasi Komplek BSD Rt 15.

Disebut, di rumah biasanya lima hari habis isi Rp 50 ribu.”Pas habis setelah lebaran tadi, isi lagi 50 ribu, eh empat hari sudah habis,” komentarnya.

Baca Juga :   DIPANGGIL Gubernur Muhidin Jajaran PLN Daerah dan Pusat

Banyak lagi komen soal tarif tiba-tiba “menyengat”. Biasanya kalau soal ini akan dijawab adalah masalah umum yang sering memicu kepanikan.

Berdasarkan data dari berbagai sumber, kenaikan ini jarang terjadi karena tarif naik, melainkan lebih sering disebabkan oleh faktor pemakaian, teknis atau kebocoran

Sebelum taginan dihadapi bulan ini, warga Banjarmasin juga heboh terkait kenaikan tagihan listrik yang dirasa tidak wajar dan tanpa pemberitahuan, bahkan beberapa pengguna melaporkan lonjakan drastis pada Mei 2026.

Keluhan mencakup tagihan yang naik signifikan meskipun pemakaian dirasa stabil, memicu keresahan dan laporan ke Ombudsman terkait layanan

Aduan kelistrikan di Kalsel, termasuk di area perkotaan, sempat melonjak tinggi terkait ketidakstabilan dan tagihan, berdasarkan catatan akhir tahun, warga mengharapkan transparansi dari pihak terkait mengenai lonjakan tagihan.

Sementara dari catatan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sepanjang 2025 ada sebutkan persoalan layanan kelistrikan di wilayah terpencil, mulai dari sambungan listrik desa hingga tegangan yang tidak stabil di puskesmas dan sekolah, menjadi salah satu sorotan utam sepanjang 2025.

Bahkan, jumlah keluhan di sektor energi dan kelistrikan selama Januari sampai November tahun lalu mencapai 36 laporan, jauh melonjak dibanding 2024 yang hanya 8 aduan.

“Mayoritas aduan memang berasal dari wilayah terpencil. Kalau di perkotaan, relatif lebih sedikit dan umumnya terkait tagihan listrik atau penertiban P2TL,” ucap Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kalsel, Hadi Rahman. (HM/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERJUNKAN Cairan Khusus untuk Pemadaman Karhutla Kalsel Lebih Efektif
KAPOLDA KALSEL Bersama Wamenko Pangan, Rakor Penanganan Karhutla Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku
1.000 BOUGENVILLE Lindungi Ekologis Kota Banjarmasin
RAKOR KARHUTLA, Polda Kalsel Kenalkan Inovasi Cairan Pemadam dan Kolam Portable untuk Lahan Gambut
PEDULI Krisis Air Bersih, Polsek Banjarmasin Timur Salurkan Bantuan untuk Warga Banua Anyar
WARGA Sambut Antusias Hujan di Sebagian Wilayah Pontianak
KARHUTLA Kalsel Capai 12.339 Hektare
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 22:02

TERJUNKAN Cairan Khusus untuk Pemadaman Karhutla Kalsel Lebih Efektif

Sabtu, 5 September 2026 - 21:54

KAPOLDA KALSEL Bersama Wamenko Pangan, Rakor Penanganan Karhutla Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku

Jumat, 4 September 2026 - 22:31

1.000 BOUGENVILLE Lindungi Ekologis Kota Banjarmasin

Jumat, 4 September 2026 - 21:56

PEDULI Krisis Air Bersih, Polsek Banjarmasin Timur Salurkan Bantuan untuk Warga Banua Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 20:16

WARGA Sambut Antusias Hujan di Sebagian Wilayah Pontianak

Jumat, 4 September 2026 - 20:06

KARHUTLA Kalsel Capai 12.339 Hektare

Jumat, 4 September 2026 - 19:55

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang

Jumat, 4 September 2026 - 00:54

PERKUAT SINERGI Media Lewat Media Gathering, Begini Penekanan Direktur Operasional Bank Kalsel

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca