Suarindonesia –Bersilaturahmi, saling memaafkan dan menimati aneka makanan, termasuk khas Kalimantan Selatan (Kalsel), sering dilakukan warga banua ini.
Bahkan ada pula pada hari kemenangan atau Hari Raya Idul Fitri, yang suguhkan makanan khas daerah baik itu Katupat Batumis, Katupat Kandangaan, Lontong, Soto Banjar dan lainnya.
Itu, selain menu opor ayam, bistik maupun kareh kambing serta aneka lainnya.
Namun wao, ada yang lebih manarik, dimana keluarga ketika berkumpul, Rabu (5/6), malah ramai-ramai bikin serta nikmati “pencok uyah wadi” atau rujak aneka buah dan mencicipinya itu dengan mencolekkan buah ke garam khas banua enam ini.

“Iya jadi rame, masing-masing keluarga jadi ikutan mencicipi,” ungkap Rina, ketika bertandang ke rumah dinas Sekdaprov Kalsel di kawasan Jalan A Yani Km 5 Banjarmasin.
Bahkan Putri R, Dewi, Acil Hana dan Nadia, yang ketika ada diantara keluarganya itu bikin “pencok uyah wadi” jadi ngiler dan langsung pengen ikutan nimbrung kelilingi menu yang telah disediakan.
Hal seperti itu jarang terjadi. Namun setidaknya dengan bikin acara seperti itu di tengah kemeriahan, menambah eratnya persaudaran.
Sisi lain, inilah kebersamaan salah satu ciri khas warga Kalsel, “Pencok Uyah Wadi” sendiri, selama ini khas “tatuha” (orang dulu,red) di banua anam Kalsel.
Namun hampir pudar dengan hadirnya pencok atau rujak pakai petis plus gula merah. Dan khas banua ini perlu tetap dilestarikan
Bahkan sering pula diketahui adanya “Wadi Samu”, juga makanan khas Kalsel. Selain Pakasam, Manday, yang merupakan makanan enak sekaligus ekstrim dari daerah ini.
Mungkin kita pernah membaca artikel tentang makan-makan ekstrim dari luar negeri.
Di sini (Kalsel,red) tenyata ada juga makanan ekstrim Indonesia dari Kalsel khsusunya. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















