WALHI KALSEL Ingatkan Pemerintah Harus Tanggap Bencana, Sebelum dan Pascanya

- Penulis

Rabu, 8 Desember 2021 - 20:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Program pemerintah provinsi dalam rehabilitasi banyaknya hutan mangrove yang hilang ditanggapi Eksekutif Walhi Kalsel Kisworo Dwi Cahyono, dengan mengatakan pemerintah harus tanggap bencana, sebelum pada saat pasca atau pemulihan.

“Pemerintah jangan lalai, lambat dan gagap lagi dalam penanganan dan penanggulangan bencana,” ujarnya.

Selain itu menurut Kisworo, Selasa (7/12/2021) pemerintah seharusnya me review seluruh perizinan industri ekstraktif, tambang, sawit, HTI, HPH secara transparan dan di share ke publik.

“Stop izin baru, yang ada saja sudah kacau apalagi ditambah yang baru,” ujarnya

Kisworo juga mengatakan, penegakkan hukum terutama terhadap oknum perusak lingkungan, dengan membentuk satgas khusus kejahatan lingkungan dan Sumber Daya Alam (SDA)

“Kasus korupsi ada pengadilan Tipikor, kami minta juga dibentuk pengadilan khusus untuk lingkungan,”sarannya

Seperti di beritakan sebelumnya, Pemprov Kalsel targetkan 3.000 Hektar lahan di Kalsel menjadi rehabilitasi mangrove,

Baca Juga :   DIDUGA REM BLONG Akibatkan Kecelakaan Beruntun di Km 92 Tol Cipularang

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengatakan, rehabilitasi mangrove tersebut menjadi program dasar dari Pemprov Kalsel, agar terealisasi, Pemerintah bersinergi dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) serta Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Barito.

“Semoga perbaikan ekosistem mangrove tersebut sudah bisa dilaksanakan dari sekarang”ucapnya.

Seperti diketahui, untuk kabupaten tanah bumbu targetkan mencapai 600 hektar lahan rehabilitasi mangrove yang digarap, dan di kecatan Takisung Tanah Laut.

Sedangkan total keseluruhan yang bakal di garap di Kalsel mencapai 3000 hektar. (HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

INSIDEN BUS Jemaah di Madinah: Kemenhaj Pastikan Penanganan Korban
1.814 DESA di Kalsel Terbebas dari “Blank Spot”
BPG MERATUS Gandeng BRL Jerman Manfaatkan Lahan Bekas Tambang
EL NINO Berpotensi Perpanjang Kemarau dan Karhutla di Kalsel
PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”
AKSI SOLIDARITAS dan Seruan Hapus Outsourcing, Warnai May Day di Mapolresta Banjarmasin
KECELAKAAN KRL BEKASI TIMUR: 10 Jenazah Korban Teridentifikasi
1.079 JCH Embarkasi Banjarmasin Tiba di Madinah

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 23:45

1.814 DESA di Kalsel Terbebas dari “Blank Spot”

Rabu, 29 April 2026 - 23:40

BPG MERATUS Gandeng BRL Jerman Manfaatkan Lahan Bekas Tambang

Rabu, 29 April 2026 - 17:27

PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”

Rabu, 29 April 2026 - 16:53

AKSI SOLIDARITAS dan Seruan Hapus Outsourcing, Warnai May Day di Mapolresta Banjarmasin

Selasa, 28 April 2026 - 23:18

1.079 JCH Embarkasi Banjarmasin Tiba di Madinah

Selasa, 28 April 2026 - 23:11

KALSEL Kembangkan Porang 127 Hektare untuk Diversifikasi Pangan

Selasa, 28 April 2026 - 17:24

PRAKTIK KENDARAAN Bermuatan Berlebih “Menjadi Momok”,. Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder

Selasa, 28 April 2026 - 17:11

DIPRIORITASKAN Legislator Balangan Infrastruktur Juai dan Halong

Berita Terbaru

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, H Muhamad Muslim (kanan). (Foto: MC Kominfo Kalsel)

Kalsel

1.814 DESA di Kalsel Terbebas dari “Blank Spot”

Rabu, 29 Apr 2026 - 23:45

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca