WADUH TPA Regional Belum Beroperasi, Inilah Kendalanya

WADUH TPA Regional Belum Beroperasi, Inilah Kendalanya

Suarindonesia – Meski selesai pengoperasian belum bisa dilaksanakan. Alat berat yang menjadi kendala operasional.

Padahal, pembangunan fisik Tempat Pemabuangan Sampah (TPA) regional Banjarbakula sudah selesai diherap.

Meski selesai pengoperasian belum bisa dilaksanakan. Alat berat yang menjadi kendala operasional.

Pemprov tak memiliki alat berat dan tak juga tak menganggarkannya pada APBD 2019.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Iklas Indar belum lama tadi.

“Kami minta ke kementerian untuk alat berat itu. Tapi ujung-ujungnya sampai saat ini masih belum ada jawaban,’’ kata Iklas.

Ia menyebut alat berat diperlulan untuk mengoperasikan TPA. Tanpa alat berat mustahil TPA bisa beroperasi.

“Kami tidak menganggarkan untuk alat berat. Seandainya saja dari awal kementerian tidak ada menganggarkan, kami di daerah bisa menganggarkan.  Awalnya antara pekerjaan fisik dan pengadaan alat berat satu paket dari kementerian,’’ ujarnya.

Solusinya, sambung Iklas Indar, Dinas LH Provinsi akan membuat surat permohonan pinjam pakai alat berat ke Pemko Banjarbaru dalam hal ini dinas LH setempat.

“Untuk sementara waktu saja. Infonya di Dinas LH Banjarbaru ada punya loder dan doser.

Kita sudah jajaki untuk kerjasamanya, mudah mudahan lancar,’’ bebernya.

Jika tak ada kendala, Iklas menargetkan antara bulan Maret sampai April TPA sudah beroperasi.

TPA Regional Banjarbakula memiliki empat landfill yang memiliki saringan air Lindi yang diteruskan ke instalasi pengolahan Lindi.

Tak hanya itu, juga disiapkan wadah membersihkan truk atau pencucian truk sehingga setelah mengeluarkan sampah dari kembali dalam keadaan bersih dan tak mengotori jalan masyarakat.

“Intinya semua kabupaten kota Banjarbakula bisa membuang sampah ke TPA regional,’’ ujarnya.

Tahap awal, sampah yang akan diterima masih belum sesuai dengan target dari Cipta Karya yaitu 275 ton per hari sesuai daya tampung.

Nantinya saat operasi sampah yang masuk ke TPA regional dibatasi sekitar 200 ton per hari.

“Karena masih dalam tahap awal, nanti kalau mereka menambah kuota sampah yang dikirim juga tidak masalah, dan tahapan selanjutnya juga akan meningkatkan kuota sampah yang masuk ke TPA,’’ jelas Iklas Indar. (RW)

 175 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: