Vonis Gugatan Posisi Ketua UUPJ TKBM Berpihak ke Abdul Gafar

Vonis Gugatan Posisi Ketua UUPJ TKBM Berpihak ke Abdul Gafar

Suarindonesia  – Setelah sekian lama yang hampir lima bulan prosesnya hingga bergulir gugatan perdata soal posisi Ketua di pengurus Unit Usaha Pengerah Jasa (UUPJ) Pelabuhan Martapura Baru pada Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudera Nusantara, akhirnya final dengan adanya ketetapan vonis, Selasa (2/1).

Pihak Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin dengan Ketua Hj Rosmawati SH MH, vonis dengan memenangkan gugatan perdata yang dilayangkan tim kuasa hukum Abdul Gafar, diketuai Sugeng Ariwobowo MH CLA, CIL, CLI dari Trusted And Law Firm.

Artinya, Abdul Gafar mengalahkan Samlan CS, berdasarkan nomor perkara NO.72/Pdt.6/2018/PM BJM. Tanggal 18-7-2018.

Atas dasar itu pihak tergugat dalam pokok perkara harus menyatakan penggugat Abdul Gafar adalah ketua dan pengurus UUPJ tersebut.

Itu berdasarkan surat  keputusan Nomor:062/KOP.TKBM/V/2018 tentang susunan Pengurus Unit Usaha Pengerah Jasa TKBM Martapura Baru Pembentukan Unit Usaha pengerah Jasa tenaga Kerja Bingkar Muat (TKBM) tanggal 05 Mei 2015.

Sementara pokok kedua tergugat menyatakan tidak sah dan batl demi hukum keputusan pengurus koperasi TKBM Samudera Nusantara Nomor:063/KOP.TKBM/IV/2018 tentang susunan pengurs Unit Usaha Pengerah Jasa (UUPJ) TKBM Pelabuhan Martapura Baru khusus batu bara In Bag periode 2018-2023 yang dibuat oleh tergugat I hingga X.

Selain itu menghukum tergugat I hingga X secara tunggang renteng membayar ganti rugi kepada penggungat atas kerugian materil sebesar Rp240 juta.

“Ya kita bersykut inilah kebenaran yang sebenarnya,’’ kata Abdul Gafar, yang juga diketahui salah satu anggota DPRD Kota Banjarmasin ini, kepada awak media.

Sementara Sugeng Ariwibowo SH MM MH CLA, CIL,CLI, selaku kuiasa hukumnya mengungkapkan kasus ini berjalan mulus dan berakhir sesuai fakta.

“Kemenangan kami dalam penanganan kasus, dan kado diawal tahun untuk tim advocad Trusted And Reassure Law Firm, untuk mencari keadilan,’’ ujarnya lagi.

Dikatakan, sebenarnya kasus ini diawali dengan perlakuan sepihak yang dilakukan  Samlan dan rekan berjumlah 6 orang yang menjadi tergugat.

Dimana mereka telah melakukan rapat luar biasa yang dilakukan pada tanggal 25 April 2018, tanpa diberitahukan lebih dulu jauh hari.

“Undangan rapat itu dikirimkan ke Klien kami, tetapi diserahkannya pagi sebelum memulai rapat.

Jelas itu sangat salah dan diluar aturan,’’ ujarnya.

Atas semua itu, Abdul Gafar untuk memintakan keadilan untuk mengajukan perdata ke PN Banjarmasin.

“Sebenarnya masa kepemimpinan klien kami masih berlangsung hingga Mei 2019.

Masih cukup lama, tiba-tiba kepepimpinannya diganti melalui Rapat Luar Biasa itu,’’ ujar Sugeng.

Dan atas keputusan majelis hakim, maka ada berkekuatan hukum terhadap Abdul Gafar, bahwa Ketua Koperasi UUPJ Pelabuhan Martapura Baru pada Koperasi TKBM Samudera Nusantara, dan itu dibuktikan dengan keluarnya SK 065/KOP.TKBM/IV/2018 tentang pembatalan dan Pencabutan susunan pengurus UUPJ/TKBM Pelabuan Martapura Baru khusus Batu bara In Bags periode 2018-2023, sehingga penggugat kembali menjadi ketua. (ZI)

 

 

 

 

 608 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: