SuarIndonesia -Verifikasi kerusakan sekolah pada 11 kabupaten di Kalimantan Selatan (Kalsel) pascabanjir.
Ini dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), yang memprioritaskan pendataan dan verifikasi kondisi sekolah menengah yang terdampak banjir di sejumlah daerah, guna memastikan proses pemulihan sarana pendidikan berjalan optimal.
Banjir yang melanda beberapa kabupaten dan kota di Kalsel dilaporkan memengaruhi aktivitas pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SLB.
Dampak banjir bervariasi, mulai dari genangan di akses jalan, halaman sekolah, hingga masuk ke ruang kelas dan ruang praktik.
Kepala Bidang SMA Disdikbud Kalsel, Dedi Hidayat, mengatakan verifikasi lapangan dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan fasilitas sekolah secara menyeluruh.
Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar penyusunan langkah penanganan dan perbaikan pascabanjir.
“Pendataan dan verifikasi terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sekolah serta menyiapkan langkah pemulihan sarana dan prasarana pendidikan,” ujar Dedi mewakili Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, Jumat (9/1/2026).
Kabupaten Banjar menjadi salah satu wilayah dengan sekolah terdampak cukup banyak.
Di daerah ini, genangan banjir dilaporkan masuk ke ruang kelas SMAN 3 Martapura dan SMAN 1 Mataraman, sementara halaman dan lapangan sekolah tergenang di SMAN 1 Aluh-Aluh, SMAN 1 Beruntung Baru, serta SMAN 1 Gambut.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Barito Kuala.
Sejumlah sekolah, seperti SMAN 1 Jejangkit, SMAN 1 Mandastana, dan SMAN 1 Anjir Muara, mengalami genangan banjir di area halaman dan lapangan sekolah.
Di Kota Banjarmasin, beberapa sekolah terdampak pada akses masuk dan halaman sekolah, di antaranya SMAN 13 Banjarmasin serta SMKS Muhammadiyah 1, 3, dan 4.
Sementara di Banjarbaru, genangan tercatat di halaman SMKN 4 Banjarbaru.
Wilayah Hulu Sungai Utara juga terdampak.
Akses menuju SMAN 1 Amuntai dilaporkan terendam banjir, bahkan SLB Negeri 1 Amuntai mengalami genangan hingga ke ruang kelas dan ruang guru.
Kondisi tersebut turut memengaruhi rumah sejumlah siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Sejumlah sekolah kejuruan turut terdampak, seperti SMKN 1 Daha Selatan di Hulu Sungai Selatan dan SMKN 1 Tapin Selatan yang mengalami genangan di akses jalan menuju sekolah.
Bahkan, SMK NU Ma’arif dilaporkan mengalami dampak cukup parah karena air masuk ke ruang kelas, sehingga aktivitas belajar mengajar terhenti sementara.
Di Kabupaten Tanah Laut, banjir merendam ruang praktik SMK Harapan Bangsa. Pihak sekolah telah mengamankan peralatan praktik untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
Sementara itu, beberapa daerah seperti Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, dan Kotabaru dilaporkan tidak mengalami kerusakan langsung pada bangunan sekolah.
Namun, di wilayah tersebut masih terdapat rumah siswa dan guru yang terdampak banjir.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















