VAKSIN KEKURANGAN, Banjarmasin Sampai Pinjam Ribuan Dosis ke Kabupaten Tetangga

Bagikan :
VAKSIN KEKURANGAN, Banjarmasin Sampai Pinjam Ribuan Dosis ke Kabupaten Tetangga

SuarIndonesia — Gencarnya program vaksinasi yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin rupanya tidak selaras dengan stok vaksin yang dimiliki Dinas Kesehatan (Rinkes) setempat.

Saat ini Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini tampaknya benar-benar mengalami kekurangan vaksin, utamanya untuk jenis Sinovac.

Saking kekurangannya, kabupaten tetangga sampai-sampai memberikan pinjaman stok vaksinnya ke Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini.

Hal tersebut dibeberkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi saat ditemui awak media di ruang kerjanya.

“Kita akui stok vaksin di Banjarmasin sisa sedikit sekali. Tinggal tersisa Sekitar 1.500 dosis,” ucapnya, Kamis (27/1/2022).

Namun, ia bersyukur, Banjarmasin mendapat pinjaman sekitar 5.000 dosis vaksin sinovac dari Pemerintah Kabupaten Barito Kuala pada Kamis (27/1/2022).

Baca Juga :

MULAI Meningkat Kasus Covid-19 di Kalsel, Omicron Disebut Belum Masuk

Sehingga setidaknya mampu untuk memenuhi keperluan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, untuk beberapa waktu ke depan.

“Stok yang ada sekarang tentunya setiap hari terpakai dan berkurang-kurang. Banyak puskesmas juga kehabisan vaksin,” terangnya.

Meski demikian, kondisi lanjut Machli tidak berlangsung lama. Karena dalam pekan ini, pihaknya akan mendapat kiriman vaksin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Jumlah mencapai 31.960 dosis vaksin.

Baca Juga :

WARGA Disuntik Booster dengan Vaksin Dekati Kadaluarsa, Machli: Aman Saja

Dengan adanya tambahan vaksin ini, Machli pun meyakini dapat mengatasi kekosongan dan kekurangan vaksin sinovac di Banjarmasin.

“Nanti setelah tambahan vaksin ini kita terima akan langsung didistribusikan ke seluruh puskesmas,” tuntasnya.

Di sisi lain, angka penularan kasus Covid-19 menunjukkan tanda-tanda peningkatan.

Berdasarkan data tertanggal 26 Januari 2022, tercatat ditemukan 21 kasus aktif Covid-19. Rinciannya, 19 orang menjalani isolasi mandiri dan 2 orang lainnya dirawat di rumah sakit.

Machli menegaskan, dengan adanya lonjakan kasus positif Covid-19, tentu upaya pelacakan menurutnya bakal digiatkan kembali.

Caranya lainnya, yakni dengan mempercepat pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat. (SU)

 329 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.