TUNTUT Soal Pemerataan Gratispol, Kantor Gubernur Digeruduk Mahasiswa Geram

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026 - 22:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unjuk rasa mahasiswa Geram di depan Kantor Gubernur Kaltim. (Foto: detikKalimantan/M Budi Kurniawan)

Unjuk rasa mahasiswa Geram di depan Kantor Gubernur Kaltim. (Foto: detikKalimantan/M Budi Kurniawan)

SuarIndonesia — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Menggugat (Geram) menyampaikan tujuh tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/2/2026).

Sekitar pukul pukul 14.40 Wita massa sudah memadati mengeruduk area depan gerbang kantor gubernur sambil melakukan orasi secara bergantian. Mereka mengibarkan bendera organisasi serta membentangkan spanduk bertuliskan mengenai tuntutannya.

Dalam aksinya, mahasiswa juga membakar ban dan sempat memblokade Jalan Gajah Mada yang berada tepat di depan kantor gubernur sebelum akhirnya berkumpul di dalam kawasan halaman kantor untuk menyampaikan aspirasi mereka dan bertemu Gubernur Rudy Mas’ud.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Angga, mengatakan terdapat tujuh poin tuntutan yang disampaikan langsung kepada pemerintah daerah.

“Tuntutan hari ini ada tujuh poin, tetapi kami menyoroti terutama soal program Gratispol yang dinilai belum merata di Kalimantan Timur,” ujar mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Senin (23/2/2026).

Menurut Angga, pemerintah provinsi gencar mempublikasikan program Gratispol, namun pelaksanaannya di lapangan masih terbatas. Ia menyebut sejumlah mahasiswa bahkan diminta menalangi biaya terlebih dahulu.

“Implementasinya sangat minim. Bahkan ada yang harus menalangi dulu. Ini menimbulkan pertanyaan terkait komitmen program tersebut,” kata Angga.

Angga juga mencontohkan kasus di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Banyak mahasiswa yang telah mendaftar tetapi tidak masuk dalam daftar penerima bantuan, meski sebelumnya program tersebut dikampanyekan sebagai pendidikan gratis.

Selain evaluasi program Gratispol, mahasiswa Geram menyampaikan enam tuntutan lainnya kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yaitu evaluasi dan pemerataan program Gratispol, tindak lanjut terhadap kerusakan ekologis di Kalimantan Timur, pemerataan pembangunan infrastruktur di daerah, Menghentikan praktik politik dinasti.

Tuntutan selanjutnya yakni menjamin perlindungan dan kepastian hak buruh serta masyarakat adat, menjamin perlindungan penuh terhadap kebebasan berekspresi, dan mendorong transparansi APBD Provinsi Kalimantan Timur

Baca Juga :   10 TON Miras Disita dan 12 Orang Diamankan

Hingga sekitar pukul 17.00 Wita, mahasiswa nampak masih berkumpul di kantor gubernur dan kini sedang beraudiensi dengan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.

Temui Mahasiswa

Sementara itu, dilansir dari detikKalimantan, Gubernur Rudy Mas’ud menemui massa mahasiswa yang menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/2/2026) sore.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menemui massa mahasiswa yang menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/2/2026).(Foto: detikKalimantan/M Budi Kurniawan)

Pertemuan berlangsung terbuka di halaman kantor gubernur, di mana Rudy duduk berhadapan dan berdialog dengan massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Menggugat (Geram).

Dalam kesempatan itu, Rudy menyatakan menerima dan menyepakati seluruh tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Termasuk soal evaluasi dan pemerataan program Gratispol.

“Buat adik-adik semua, di sini saya sampaikan menerima, menyetujui, menyepakati seluruh tuntutan aliansi, kita semuanya sepakat,” ungkapnya.

“Semua mahasiswa Kaltim yang ber-KTP Kaltim dan berdomisili minimal tiga tahun bisa mendapatkan manfaat, mulai dari jenjang S1 sampai S3 tanpa batasan, jenis kelamin ataupun agama,” ujarnya.

Program tersebut memang khusus diperuntukkan bagi putra-putri daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Benua Etam, terutama dalam menghadapi peran strategis daerah sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rudy juga menegaskan proses seleksi dan verifikasi penerima tidak dilakukan sepihak oleh Pemprov Kaltim, melainkan oleh masing-masing perguruan tinggi. Saat ini, bantuan pendidikan disalurkan langsung ke 52 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Kaltim.

“Jadi 52 universitas baik negeri maupun swasta semuanya dibayar langsung kepada kampusnya. Kampus itulah yang memberikan verifikasi,” jelasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD
POTENSI Karhiutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel
KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas
TAMAN NASIONAL KUTAI Wadah Pelestarian 324 Fauna
WALHI Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan Ruang Hidup Masyarakat Adat
KASUS RITA WIDYASARI: KPK Periksa Bupati PPU dan 22 Saksi Lainnya
OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama
WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 21:43

POLISI Bersihkan Sampah di Depan DPRD Kalsel Setelah Kawal Aksi Mahasiswa

Senin, 15 Juni 2026 - 21:35

MUKERDA MUI Kalsel, Supian HK Tekankan Sinergi Ulama-Umara

Senin, 15 Juni 2026 - 21:25

DPRD Kalsel Kawal Aspirasi Mahasiswa ke Pusat

Senin, 15 Juni 2026 - 18:45

DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:57

PRESTASI CEMERLANG Halida Ulfah asal HSU, Pulang Bawa Medali Emas di Ajang Bergengsi di Filipina

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:41

POLRESTA Banjarmasin ‘Memburu” Balap Liar dan Amankan Delapan Motor, Ditilang Tiga Bulan

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:36

PATROLI, Sapu Bersih Kejahatan Jaga Keamanan Banjarmasin

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:12

MUDA CINTA BUDAYA FEST 2026: Diramaikan Puluhan Penari

Berita Terbaru

Kalsel

DPRD Kalsel Kawal Aspirasi Mahasiswa ke Pusat

Senin, 15 Jun 2026 - 21:25

Angelia Hutabarat berpose saat dirinya diterima sebagai seleksi sukarelawan dalam perhelatan pesta bola sedunia, FIFA World Cup 2026. (Foto: Dokpri Angelia Hutabarat)

Internasional

ANGELIA HUTABARAT, Sukarelawan Indonesia di Piala Dunia 2026

Minggu, 14 Jun 2026 - 23:55

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca