Tsunami Susulan di Selat Sunda Masih Berpotensi

- Penulis

Rabu, 26 Desember 2018 - 06:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tsunami. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Suarindonesia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut masih terdapat potensi tsunami di Pantai Selat Sunda kembali terjadi seiring cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang diperkirakan masih akan terjadi.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan pihaknya bersama dengan Badan Geologi dan Kementerian Kemaritiman terus melakukan pemantauan kondisi gerakan atau tremor di Gunung Anak Krakatau (GAK), serta kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

“Seluruh kondisi tersebut dapat sewaktu-waktu dapat berpotensi mengakibatkan longsor kembali tebing kawah gunung anak krakatau ke Laut dan berpotensi memicu tsunami,” ujar Dwikorita dalam konferensi pers, Selasa (25/12).

Ia memperkirakan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi masih akan terjadi besok. Kondisi erupsi vulkanik juga masih terjadi dan mengakibatkan getaran-getaran. Kondisi-kondisi tersebut, ditegaskan kembali, dapat mengakibatkan terjadinya longsor pada Anak Gunung Krakatau yang juga bisa memicu terjadinya tsunami susulan.

“Meskipun kondisi cuaca di sekitar Anak Gunung Krakatau yang malam ini diperkirakan hujan ringan, tetapi esok hari diperkirakan berpotensi hujan sedang dan lebat sejak pagi hingga sore hari dan pada malam serta dini hari umumnya berawan dan hujan ringan,” jelas dia.

Baca Juga :   PASTIKAN LAYAAN Cepat dan Transparan, Kapolresta Banjarmasin Turun Langsung Memantau

Selain hujan lebat, menurut dia, gelombang tinggi esok hari masih akan terjadi. Ia memperkirakan pada esok pagi, gelombang laut akan berada di kisaran 0,75-2 meter, naik dari malam ini yang berada di kisaran 0,75-1,5 meter. Adapun pada esok sore dan malam, gelombang diperkirakan kembali berada di kisaran 0,75-1,25 meter.

“Yang dikhawatirkan sebenarnya hujan lebat. Dikhawatirkan dinding kawah rapuh apalagi kalau diguyur hujan. Sementara kecepatan angin sendiri relatif menurun pada hari besok,” terang dia.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk menjauhi area pesisir pantai sekitar Selat Sunda dalam radius 500 meter hingga 1 km.(CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan
RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun
PENERTIBAN KAWASAN HUTAN tetap Lanjut Meski Ada Perlawanan
DITAHAN Penyidik Kejati Tiga Tersangka Korupsi, Termasuk Kepala BKSDA Kalsel
KEPALA BKSDA KALSEL Ditahan 20 Hari
DISIAPKAN Ratusan Titik Rumah Oksigen-Mobil Keliling Karhutla
DRY ICE tidak untuk Padamkan Api tapi Mengurai Kabut Asap Karhutla
MAHASISWA BERORASI, Pedagang Pentol Panen Rezeki.

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:19

PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:04

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:56

PENERTIBAN KAWASAN HUTAN tetap Lanjut Meski Ada Perlawanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:29

DRY ICE tidak untuk Padamkan Api tapi Mengurai Kabut Asap Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:03

11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:23

KASUS KORUPSI PAJAK KPP Banjarmasin: KPK Periksa Direktur PT SDJ dan PT TBR

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:14

KASUS KORUPSI BNPB: KPK Ungkap Isi Surat untuk Panglima TNI

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto (tengah) meresmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan saat Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di Jiexpo Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Foto: Antara/Fauzan)

Nasional

PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:19

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria menyampaikan pidato dalam acara

Nasional

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:04

Petugas saat menggiring Kepala BKSDA Kalsel berinisial AGK bersama dua orang lain menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Lapas Banjarbaru, Kamis (22/10/2026). (Foto: Antara)

Headline

KEPALA BKSDA KALSEL Ditahan 20 Hari

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca