300 Lebih Orang Utan Dirawat di Dua Pusat Rehabilitasi

- Penulis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Yayasan BOS melakukan proses rehabilitas terhadap orangutan. (Foto: HO-Yayasan BOS)

Petugas Yayasan BOS melakukan proses rehabilitas terhadap orangutan. (Foto: HO-Yayasan BOS)

SuarIndonesia — Yayasan Borneo Orang utan Survival (BOS) saat ini merawat lebih dari 300 orang utan di dua pusat rehabilitasi, yakni di BOS Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Samboja Lestari, Kalimantan Timur (Kaltim).

Ketua Pengurus Yayasan BOS, Jamartin Sihite dalam pernyataan yang diterima di Palangka Raya, Rabu (19/8/2026) mengatakan pihaknya menyaksikan bahwa menyelamatkan satu individu orang utan bukan pekerjaan sehari atau setahun.

“Dibutuhkan bertahun-tahun untuk memulihkan mereka dari konflik dan mengembalikan mereka ke alam. Namun, pelepasliaran bukan lah akhir. Kita harus memastikan hutan tetap ada, tetap sehat, dan tetap menjadi rumah bagi mereka,” katanya.

Menurut dia, saat melindungi hutan untuk orang utan, sesungguhnya manusia sedang melindungi masa depannya sendiri. “Saatnya tidak hanya peduli, Saatnya bertindak,” katanya.

Pernyataan itu dikatakan Jamartin terkait peringatan Hari Orang utan Sedunia 2026 yang bertema Act for Orang utans: Their Forest, Our Future.

Jamartin mengatakan tema itu adalah panggilan untuk bertindak, karena masa depan orang utan ditentukan oleh keputusan yang diambil hari ini. Setiap pohon yang tetap berdiri, setiap hutan yang kita lindungi, dan setiap orang utan yang kembali hidup bebas adalah hasil dari aksi nyata, ilmu pengetahuan, dedikasi, dan kolaborasi.

Melalui Hari Orang utan Sedunia 2026, Yayasan BOS mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil aksi nyata sesuai dengan peran masing-masing.

Setiap keputusan yang mendukung kelestarian hutan dan perlindungan satwa liar dapat menjadi bagian dari upaya yang lebih besar untuk memastikan orang utan tetap memiliki rumah di alam. Karena, ketika kita menjaga hutan untuk orang utan, kita juga menjaga masa depan bersama.

Yayasan BOS menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh mitra yang terlibat dalam rehabilitas orang utan. Dukungan dari para mitra dan donor individu dari berbagai penjuru dunia telah berkontribusi besar dalam memungkinkan upaya penyelamatan, rehabilitasi, pelepasliaran, serta perlindungan habitat orang utan di Indonesia terus berjalan.

Baca Juga :   SALAT Istisqa Meminta Turun Hujan Atasi Karhutla Kobar

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (BKSDA Kalteng) Andi Muhammad Kadhafi mengatakan Hari Orang utan Sedunia mengingatkan bahwa masa depan orang utan sangat ditentukan oleh tindakan yang diambil hari ini.

Dia mengatakan upaya penyelamatan, rehabilitasi, penanganan konflik manusia dan orang utan, serta penegakan hukum terhadap perdagangan satwa liar merupakan bagian dari tanggung jawab yang terus dijalankan bersama berbagai pihak.

“Namun, keberhasilan konservasi tidak akan tercapai tanpa dukungan masyarakat. Setiap langkah untuk menjaga hutan, menghentikan perdagangan satwa liar, dan menghormati keberadaan orang utan di habitat alaminya merupakan kontribusi nyata bagi masa depan keanekaragaman hayati Indonesia,” kata Andi, melansir dari Antara.

Sementara itu, Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto menambahkan bahwa orang utan hanya dapat bertahan apabila hutan tempat mereka hidup tetap terjaga. Oleh karena itu, perlindungan kawasan konservasi, pemulihan habitat, dan pengelolaan bentang alam secara berkelanjutan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya konservasi.

“Tema Their Forest, Our Future mengingatkan bahwa ketika kita menjaga hutan sebagai rumah orang utan, pada saat yang sama kita juga menjaga fungsi ekologis yang menopang kehidupan manusia, baik hari ini maupun di masa mendatang,” katanya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KAMPUNG NARKOBA Palangka Raya Digerebek Polisi
TERSERANG ISPA: 47 Orang Utan Diterapi Nebulizer
KARHUTLA Tak Kunjung Reda, Pelaku Diminta Ditindak
KING COBRA di Bawah Jembatan Dikira Kayu
SOAL Alokasi Dana Desa yang ‘Imut’: 11 Kades Pupis-Katingan Curhat
KARHUTLA KOBAR: 6 Petugas Tumbang hingga Masuk RS
GUBERNUR AGUSTIAR Ultimatum RS Jika Persulit Warga Berobat saat Karhutla
6 SARANG Orang Utan Ditemukan di Kebun Karet

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 00:24

TERULANG KARHUTLA Melanda kawasan Jalan Golf Ujung Sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:54

MOTOGP Indonesia 2026 – Marc Marquez Menang Sprint Race

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:44

KAMPUNG NARKOBA Palangka Raya Digerebek Polisi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49

TEWAS TERLUKA, Pria Warga Kelayan B Ini Tergeletak di Depan Rumah Warga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:08

DERBY BORNEO, Misi Bangkit Barito Putera v Persiba, Frans: ‘Haram’ Kalah di Kandang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:21

DOKUMEN TANAH RSUD H. Boejasin Disita Penyidik, Pemkab Tala Didesak Segera Bersikap

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:48

STRATEGI BARU Tangani Karhutla di Kalsel, Begini Langkah Wamenko Pangan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:41

TARGET 2026 Bedah 413 Rumah Tidak Layak Huni di Kalsel, Calon Penerima Cek Melalui DTSEN

Berita Terbaru

Belasan dibekuk dari penggerebekan kampung narkoba Palangka Raya. (dok Polda Kalteng)

Headline

KAMPUNG NARKOBA Palangka Raya Digerebek Polisi

Sabtu, 10 Okt 2026 - 23:44

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca