TRANSLOKASI Orangutan “Mungky” ke PSO ARSARI Kaltim

- Penulis

Senin, 26 Mei 2025 - 22:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orangutan Mungky menjalani observasi lanjutan oleh tim medis untuk memastikan kondisi fisik dan mentalnya tetap stabil. (ANTARA/HO-BKSDA Kalbar)

Orangutan Mungky menjalani observasi lanjutan oleh tim medis untuk memastikan kondisi fisik dan mentalnya tetap stabil. (ANTARA/HO-BKSDA Kalbar)

SuarIndonesia — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bekerja sama dengan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS) melakukan translokasi satu individu orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Mungky ke Pusat Suaka Orangutan (PSO) ARSARI di Kalimantan Timur.

“Orangutan jantan berusia 24 tahun itu sebelumnya diselamatkan dari pemeliharaan masyarakat di Kabupaten Sanggau pada tahun 2014. Sejak saat itu, Mungky menjalani perawatan dan proses rehabilitasi di Sekolah Hutan YPOS Jerora, Sintang,” kata Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, di Pontianak, Senin (26/5/2025).

Namun, berdasarkan observasi medis dan perilaku, Mungky menunjukkan sifat agresif menetap yang membuatnya dikategorikan sebagai unreleasable, artinya tidak dapat dilepasliarkan ke alam.

“Sejak awal, Mungky menunjukkan perilaku agresif yang berisiko dan tidak memungkinkan mengikuti program rehabilitasi dan sekolah hutan. Ia terlalu lama bergantung pada manusia,” tutur Murlan dilansir dari AntaraNewsKalbar.

Dia menjelaskan, PSO ARSARI, hasil kerja sama antara Yayasan ARSARI Djojohadikusumo dan BKSDA Kalimantan Timur, didesain khusus untuk menampung orangutan jantan dewasa yang tidak bisa dilepasliarkan karena faktor kesehatan, perilaku, atau kondisi khusus lainnya.

“Pulau Suaka Orangutan Kelawasan di PSO ARSARI memberikan solusi alternatif bagi Mungky untuk hidup semi-liar dalam lingkungan yang mendukung kesejahteraannya,” kata Murlan.

PSO ARSARI dilengkapi dengan fasilitas dan sistem pengelolaan sesuai prinsip kesejahteraan satwa, memungkinkan Mungky untuk tetap aktif dan sehat meski tidak dapat kembali ke habitat alaminya.

Mungky diberangkatkan dari Sekolah Hutan Jerora, Sintang pada Kamis malam (22/5) pukul 20.00 WIB. Ia menempuh perjalanan darat selama 9 jam menuju Bandara Supadio, Kubu Raya, dengan pendampingan tim medis YPOS yang terus memantau kondisi kesehatannya.

Baca Juga :   MASYARAKAT Adat Suku Balik Uji Materiil UU IKN ke MK

Pada Jumat pagi (23/5), Mungky diterbangkan ke Balikpapan dengan transit selama 4 jam di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Setibanya di Balikpapan, perjalanan dilanjutkan ke Pelabuhan ITCI dan akhirnya tiba di PSO ARSARI pukul 21.59 WITA.

Setibanya di lokasi, Mungky langsung menjalani observasi lanjutan oleh tim medis untuk memastikan kondisi fisik dan mentalnya tetap stabil.

Keesokan harinya, Sabtu (24/5) dilaksanakan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Satwa antara BKSDA Kalbar dan BKSDA Kaltim, serta serah terima penitipan dari BKSDA Kaltim kepada PSO ARSARI sebagai pihak pengelola.

“Penandatanganan ini menandai selesainya seluruh rangkaian proses translokasi orangutan Kalimantan yang dilindungi undang-undang tersebut,” tuturnya.

BKSDA Kalbar menyampaikan terima kasih atas sinergi berbagai pihak yang terlibat, yakni Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Balai KSDA Kalimantan Timur, YPOS, serta Yayasan ARSARI Djojohadikusumo.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendukung konservasi satwa liar endemik Kalimantan, khususnya orangutan, yang semakin terancam oleh degradasi habitat dan konflik manusia-satwa,” kata Murlan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
PENYEMPROTAN Eco-Enzyme Tekan Polusi Udara
51 ORANG UTAN Diselamatkan dari Karhutla Kalbar
MEMPRIHATINKAN! 4 Orang Utan Terjebak Karhutla
AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia
TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait
INDEKS El Nino Kaltim Capai 3,44 Berintensitas Sangat Kuat

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca