SuarIndonesia – Meski tanpa diperkirakan sama sekali wabah corona melanda dunia, namun sejumlah investor asing sudah terlanjur ingin berinvestasi di Kalsel. Walaupun masih penjajakan dan ada penundaan karena covid-19, tapi investor asal Belanda telah menyatakan minat untuk membangun industri pengolahan sampah menjadi energi di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Basirih Banjarmasin.
Dalam wawancara dengan SuarIndonesia.com, Selasa (22/4/2020), di Banjarbaru, Kepala
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel Nafarin menceritakan bahwa sejak awal tahun 2020 investor Belanda dengan difasilitasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah melakukan penjajakan ke Kalsel.
Nafarin mengatakan, DPMPTSP bersama Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup Kalsel sudah bertemu dengan investor Belanda tersebut. “Mereka menyatakan minat untuk berinvestasi,” tambahnya.
Menurutnya, Pemprov Kalsel menawarkan dua pilihan, yaitu TPA Regional Banjarbakula di Cempaka, Banjarbaru dan TPA Basirih Banjarmasin. Namun, mereka memilih TPA Basirih.
“Alasannya karena di TPA Basirih sampahnya lebih banyak di mana produksinya mencapai 300-500 ton per hari. Sedangkan TPA Banjarbakula baru beroperasi, jadi masih sedikit,” ujarnya.
Selain itu, TPA Basirih dekat dengan Sungai Martapura. Karena industri pengolahan sampah itu memerlukan air yang banyak.
“Industri ini menggunakan panas hingga 2.000 derajat celcius, sehingga perlu air yang banyak untuk pendinginnya,” ungkapnya
Ditanya berapa nilai investasi untuk industri itu? Nafarin menjawab, diperkirakan mencapai Rp1 triliun sehingga sudah kategori megaproyek. “Bahkan bisa lebih, kalau memang nanti sudah beroperasi,” ucapnya.
Nafarin mengungkapkan pihaknya dalam waktu segera melakukan pendekatan atau memfasilitasi investor Belanda tersebut dengan Pemko Banjarmasin. Namun tertunda dengan mewabahnya Covid-19.
Terkait perizinan, menurut Nafarin, karena sudah megaproyek, maka semuanya akan ditangani BKPM pusat. (ADV/RA)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















