TNI AD Gagalkan Penyelundupan 6,3 kg Narkoba di Perbatasan

- Penulis

Selasa, 30 Juli 2024 - 23:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasi intel korem 121/ABW Kolonel Inf Johnson M Sitorus (kedua kiri) bersama Dandim bengkayang Letkol Inf Albertinus (kedua kanan), Danyon Kav 12/Beruang Cakti Letkol Kav Andy Setio (kiri) dan Kasi Idik Pomdam 12/Tanjungpura Mayor CPM Indrata (kanan) memperlihatkan barang bukti sabu saat rilis kasus penangkapan 6,3 kilogram sabu di Pontianak, Selasa (30/7/2024). (ANTARA/HO : Jessica Helena Wuysang)

Kasi intel korem 121/ABW Kolonel Inf Johnson M Sitorus (kedua kiri) bersama Dandim bengkayang Letkol Inf Albertinus (kedua kanan), Danyon Kav 12/Beruang Cakti Letkol Kav Andy Setio (kiri) dan Kasi Idik Pomdam 12/Tanjungpura Mayor CPM Indrata (kanan) memperlihatkan barang bukti sabu saat rilis kasus penangkapan 6,3 kilogram sabu di Pontianak, Selasa (30/7/2024). (ANTARA/HO : Jessica Helena Wuysang)

SuarIndonesia — TNI Angkatan Darat yang bertugas di perbatasan RI-Malaysia berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 6,3 kilogram di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

“Keberhasilan ini dicapai melalui kerja sama erat antara TNI AD dan masyarakat dalam program Radar Embrio Anti Narkoba,” Kasiintel Korem 121/ABW, Kolonel Inf Johnson M Sitorus di Sungai Raya, Selasa (30/7/2024).

Dia menyatakan bahwa informasi awal mengenai aktivitas mencurigakan tersebut berasal dari masyarakat yang bekerja sama dengan TNI AD sebagai bagian dari pagar aktif Benteng Penyelundupan di wilayah Jagoi Babang.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat yang telah digalang oleh TNI AD sebagai pagar aktif Benteng Penyelundupan di wilayah Jagoi Babang,” tuturnya, seperti dikutip dari AntaraNews.

Mendapatkan laporan tersebut, Danrem 121/ABW sekaligus Dankolakops, Brigjen TNI Luqman Arief, segera menginstruksikan Satgas Yonkav 12/Beruang Cakti untuk membentuk tim pengintaian dan penyergapan di lokasi sasaran.

Pada Jumat (26/7/2024) lalu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, Tim Sergap mengamati pergerakan dua orang yang menggunakan sepeda motor melewati jalan yang sedang dipantau. Tim segera mengejar pergerakan mencurigakan tersebut, namun kedua orang tersebut melarikan diri dan membuang bungkusan barang ke tepi jalan yang penuh semak belukar dan pepohonan.

Baca Juga :   LIMA PRIA BERSAJAM Indikasi Ingin Tawuran Diamankan Polisi

Setelah melakukan sweeping di sekitar wilayah tersebut, Tim Sergap menemukan enam bungkusan yang setelah diperiksa ternyata berisi sabu dengan berat total 6,3 kilogram.

Tidak lama kemudian, kedua orang terduga penyelundup kembali ke lokasi untuk mengambil paket yang telah dibuang. Tim Sergap yang sudah bersiap langsung menangkap kedua orang tersebut dan mengamankan mereka di Pos Pamtas terdekat. Dari hasil pengembangan, satu orang lagi yang diduga menjadi bagian dari jaringan penyelundup tersebut berhasil ditangkap.

Brigjen TNI Luqman Arief mengapresiasi kolaborasi dan kemanunggalan TNI dengan masyarakat yang terjalin selama ini melalui program Radar Embrio Anti Narkoba, yang telah menunjukkan hasil signifikan dalam upaya memberantas penyelundupan narkoba di wilayah perbatasan. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau
PENANGKAPAN Roy Suryo dan dr Tifa karena Berkasnya P-21
KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka
DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian
KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan
KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah
SAKSI KADINKES HSU Diperas, Serahkan Uang 350 Juta Perkara Suap dan Gratifikasi Eks Kajari
KALSEL Masih jadi “Lahan Bisnis Haram” Jaringan Narkotika, Diungkap Polda 128 Kg Sabu

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:10

KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:57

KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:48

DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:43

GERAKAN 7 KAIH Perkuat Pendidikan Karakter Murid SPNF

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:36

DIPERCEPAT Hilirisasi Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca