TERUNGKAP Bakeuda Banjarmasin Sudah Pernah Anggarkan Baju HKN 2022 Namun Dicoret

Bagikan :
TERUNGKAP Bakeuda Banjarmasin Sudah Pernah Anggarkan Baju HKN 2022 Namun Dicoret

SuarIndonesia — Iuran aneh yang belakangan diakui sebagai uang untuk menebus baju dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 di Banjarmasin rupanya sudah ada anggarannya tersendiri.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Anggaran di Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin, Eddy Wibowo saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (25/11/2021).

Eddy membeberkan, anggaran untuk membuat baju dalam perayaan HKN tersebut yang masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021.

Namun entah mengapa, anggaran tersebut dicoret oleh Dinas Kesehatan pada APBD perubahan.

“Sebelumnya untuk anggaran baju seragam HKN itu sudah ada, tapi di APBD perubahan dihilangkan,” ungkapnya tanpa menyatakan besaran anggaran pengadaan kaos HKN tersebut.

Kemudian, selain baju atau seragam yang dipakai saat puncak perayaan HKN pada Jumat 12 November 2021 yang lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin juga menyiapkan anggaran sebesar Rp27,5 juta untuk makan dan minum dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga :

TERUS BERGULIR Kasus Iuran HKN : Saltik dan Ttd Tanpa Sepengetahuan Kadinkes

“Setelah anggaran baju di hapus, jadi yang tertinggal hanya biaya makan minum kegiatan sekitar Rp27,5 juta,” ungkapnya.

Di samping itu, Eddy menambahkan, bahwa untuk seluruh kegiatan Dinkes yang telah dianggarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin selama satu tahun, yakni sebesar Rp350 juta untuk berbagai macam kegiatan.

Misalnya pembinaan saka bakti husada, peringatan hari kesehatan nasional, pemberdayaan kader kesehatan di kecamatan, lomba posyandu tingkat kota, forum germas, diseminasi informasi program kesehatan bagian lintas media.

“Total anggaran itu mencangkup seluruh kegiatan dinkes,” tuturnya.

Sementara untuk kegiatan HKN sendiri yang masuk di Bakeuda saat ini hanya ada sebesar Rp27,5 juta.

“Berkaitan dengan pencairannya seperti apa kami belum mengetahui persisnya, tetapi ada permintaan yang untuk biaya makan minum kegiatan HKN itu,” jelasnya.

Lantas mengapa anggaran pengadaan baju HKN dihapus?

Terkait hal itu, Eddy mengaku bahwa dirinya tidak mempunyai kompetensi untuk menjelaskan alasan penghapusan tersebut.

“Berkaitan dihilangkannya anggaran pembuatan baju itu kami tidak tau, yang tau itu SKPD terkait,” ujarnya.

Hal serupa juga terjadi saat awak media menanyakan baju yang dikenakan pada saat puncak HKN beberapa minggu lalu itu merupakan hasil iuran.

“Kita tidak berani untuk menjawab itu, langsung tanya ke SKPD terkait saja,” pungkasnya.

Sayangnya, saat awak media mencoba mengkonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi terkait hal itu, yang bersangkutan enggan memberikan komentar. (SU)

 190 kali dilihat,  19 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!