SuarIndonesia — Kasus penemuan mayat perempuan dengan kondisi leher tergorok di persawahan Dusun Pangkalan, Desa Lok Tunggul, Pengaron, Kabupaten Banjar tengaKasuh diusut kepolisian. Kini polisi sudah mengantongi nama terduga pelaku yang membunuh korban.
Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Rifandy Purnayangkara Putra menyebut bahwa pihaknya belum bisa mengungkapkan siapa saja nama-nama yang sudah berhasil dikantongi. Namun, hingga kini pihaknya terus mencari alat bukti yang memastikan mengarah ke pelaku utama dan memperkuat dugaan tersebut.
“Untuk yang kami duga sudah ada beberapa orang, namun kami masih mencari alat bukti dan petunjuk lain untuk mencocokkan dengan alibi-alibi yang disampaikan,” ujar Rifandy, Kamis (4/6/2026).
Adapun sementara, dugaan pelaku masih mengarah ke satu orang. Sebab, kondisi tempat kejadian yang sepi, memungkinkan pelaku melakukan aksi seorang diri.
“Untuk pelaku diduga satu orang, karena memang lokasi kejadian merupakan tempat yang sepi dan tidak ada orang di sekitar area persawahan,” tutur Rifandy dilansir dari detikKalimantan.
Lebih lanjut, Rifandy mengatakan pihaknya sudah mengumpulkan keterangan dari saksi serta barang bukti pendukung.
“Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengumpulkan bukti dan saksi yang mengarah kepada pelaku,” katanya.
Hingga kini, penyidik masih terus bekerja untuk mengungkap motif dan memastikan pelaku yang bertanggung jawab atas kematian korban.
Sebelumnya, warga sekitar persawahan Dusun Pangkalan, Kabupaten Banjar dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan dengan kondisi leher nyaris putus, Sabtu (30/5) sore. Perempuan itu belakangan diketahui beridentitas N (37) warga Desa Lok Tunggul, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar.
Dugaan sementara, N menjadi korban pembunuhan dan jasadnya dibuang di area persawahan oleh pelaku. Dikonfirmasi, Kapolsek Pengaron, Iptu Suparman membenarkan penemuan itu.
“Benar ada laporan penemuan mayat itu. Saat ini masih pendalaman,” ujar Suparman, Minggu (31/5/2026).
Adapun kronologi kejadian sementara yang didapat dari keluarga korban yakni korban pergi ke daerah persawahan sekitar pukul 15.30 Wita.
Namun, hingga menjelang malam, korban tak kunjung kembali dan membuat suami korban merasa curiga. Suami korban pun pergi ke daerah persawahan pukul 18.30 Wita dan menemukan korban sudah dalam posisi meninggal dunia.
“Di lokasi ditemukan luka pada tubuh korban, namun penyebab pasti masih pendalaman. Korban ditemukan dalam posisi tengkurap, dan kemudian dibalik oleh suaminya untuk memastikan itu istrinya,” terang Suparman.
Begitu memastikan jasad tersebut adalah istrinya, suami korban pun langsung meminta tolong warga setempat dan melaporkan kejadian ke pihak berwajib.
“Saat ini kasus masih pendalaman tim kami,” pungkas Suparman. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















