Suarindonesia – Di tengah rapat bersama 17 cabang dan dua syariah di KantornyaBank Kalsel Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin mengaku tak hanya melakukan evaluasi kerja 2018 yang telah dikerjakan, tetapi juga memadukan 10 langkah strategis jangka pendek.
Bahkan ayah empat anak ini sejak diamanahi sebagai nahkoda di Bank Kalsel yang juga milik Pemerintah Daerah, bertekad meningkatkan hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan cara meningkatkan laba yang dihasilkan baik dari pembiayaan maupun kredit,.
Lantas dengan apa caranya? Selain gerak cepat, itulah yang dilakukan Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin juga harus melakukan upaya kalitas kontrol dan harus mencari sumber daya yang murah seperti giro dan tabungan, supaya ke depan tak ketergantungan lagi yang biasa sudah diperolah.
Hal ini tentu saja dibutuhkan pengembangan dan memperluas terobosan supaya membawa Bank Kalsel lebih berkembang dan kuat. Kemudian juga melakukan optimalisasi kinerja dengan membangun jaringan human capital sehingga karyawan yang merupakan sebuah aset perlu terus dikembangkan.
Jadi, katanya, dengan bekal pengalaman di dunia perbankan yang sudah dimulai sejak 1991 menjadi amunisi bagi Agus untuk memberikan rasa optimis kepada Bank Kalsel untuk bisa bersaing di era milenial ini.
Malah, ujar Agus, untuk 2019 ini Bank Kalsel semakin optimis untuk bisa bersaing. Hal ini karena dukungan dari pemegang saham dan komisaris serta human capital yang ada di Bank Kalsel untuk terus produktif memberikan yang terbaik untuk Bank Kalsel.
“Kami juga terus mengupayakan mencari sumber dana dengan peningkatan dana pihak ketiga baik lewat tabungan maupun giro, sehingga Bank Kalsel tidak hanya mengandalkan ASN, tapi juga bisa mengandalkan dana-dana dari masyarakat umum,” jelasnya lagi kepada awak media, Rabu (16/01) siang.
Tak hanya itu, pihaknya juga berupaya untuk menuju laba yang sehat dan meningkatkan kredit yang sehat, ini sangat penting agar bisnis yang dituju Bank Kalsel bisa semakin besar dan semakin berkembang.
“Khusus di intern karyawan, kami juga mulai meningkatkan budaya perusahaan yang lebih produktif dan membuat suasana kerja lebih gembira dan jejang karyawan parameternya jelas. Hal ini akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan karyawan Bank Kalsel kedepan,” ungkap Agus lagi.
Jadi selain 10 rencana strategis, Agus juga memiliki keinginan agar Bank Kalsel bisa menjadi bank utama dalam ekosistem bisnis yang berbasis pemerintah. Hal ini akan membuat Bank Kalsel bisa semakin kuat dan semakin mantap menjadi bank unggul di daerah.
“Saya sangat optimis dengan kerjasama seluruh direksi dan karyawan, apa yang sudah direncanakan bisa diwujudkan. Saya siap bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita dan keinginan pemegang saham menjadi Bank Kalsel sebagai bank kebanggaan urang Banua,” demikian Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















