Menanti Kelahiran Anak ke Tiga, Al Faris Dibunuh dan Persidangannya Nyaris Ricuh

- Penulis

Selasa, 5 Maret 2019 - 01:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Kesedihan mendalam dialami Susanti alias Santi, tak lain adalah istri dari korban Al Faris (25), yang dalam perkelahian di Gang Maluku, Pasar Lama Banjarmasin Tengah, beberapa waktu lalu akhirnya meniggal dunia akibat tikaman senjata tajam.

Padahal saat kejadian seperti diceritakan salah satu keluarga korban saat menanti persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Senin (4/3), kalau istri korban tengah hamil, yang kandungannya jalan tujuh bulan.

“Bulan Desember tadi sudah melahirkan anak ketiga, yakni laki-laki. Anak korban jadinya tiga, satu perempuan,” ucap keluarga korban saat itu.

Dua orang skasi, termasuk Santi, dihadirian sebagai saksi di hadapan Hakim Ketua, Afandi W SH MH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) A Putera.

Atas kejadian, tentunya membuat kesedihan yang mendalam dan tidak terima dari pihak Keluarga korban Al Faris, yang hampir saja ricuh.

Namun, aparat kepolisian dan petuigas kemanaan kejaksaan, ekstra ketat dalam pengawanan [ara tersangka dari masuk hingga keluar sidang.

Baca Juga :   POLDA KALTARA Ungkap Jaringan Narkotika Internasional 150 kg Sabu-sabu

Pihak keluarga berharap para terdakwa dihukum seberat-beratnya.

Pada persidangan hingga nyaris terjadi keributan, lantaran salah satu dari terdakwa  tidak mengaku membawa senjata tajam.

Dan bahkan tak mengakui melakukan penusukan terhadap korban.

Terungkap ketiga orang terdakwa yakni Hendra Gunawan alias Hendra Pisang, warga Pasar Lama, Chandra Lukmanul Hakim alias Hendra Tele, warga Jalan Sulawesi Gang Pare-Pare dan Taurat alias Torat, warga Jalan S Parman Kelurahan Pasar Lama.

Mereka melakukan pengeroyokan terhadap korban hingga berujung penusukan.

Istri korban mengatakan kepada hakim, ada empat tikaman di tubuh suaminya. Dan sang suami meninggal di rumah sakit.

Motifnya, dari para tersangka konsumsi minuman keras yang dibeli di daerah Pasar Lama.

Para pelaku dalam keadaan mabuk, dan korban  datang menawarkan susu, membuat pelaku tersinggung hingga terjadi kasus itu. (ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink
PENANGKAPAN Roy Suryo dan dr Tifa karena Berkasnya P-21
BEM Menuntut Kehadiran Anggota DPR RI Dapil Kalsel
DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah
DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia
DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla
354 JEMAAH HAJI Kloter 11 asal HSU Tiba
AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:15

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:24

354 JEMAAH HAJI Kloter 11 asal HSU Tiba

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:38

AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:17

DUKUNG HAUL ke-100 Datu Surgi Mufti, Polsek Banjarmasin Utara Serahkan Seekor Kambing

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca