Suarindonesia – Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel gencar melaksanakan penanganan lahan kritis.
Pada tahun ini, penanganan lahan kritis melibatkan perangkat di tingkat kecamatan dan kelurahan/desa.
153 Camat, 144 Lurah dan 1.872 Kades (Kepala Desa) se Kalsel bakal dilibatkan dalam skema penanaman.
“Kita ingin penanaman dilaksanakan sampai di tingkat tapak,” kata Kepala Dishut Kalsel, Hj. Fathimatuzzahra.
Berbicara lahan kritis, luasan yang dikeluarkan oleh KLHK pada tahun 2013 mencapai 642.580 hektare, tahun 2018 turun menjadi 511.594 Ha dan tahun 2022 turun lagi menjadi 458.478 hektare.
Menurut Fathimatuzzahra, keberhasilan itu tak terlepas dari gerakan revolusi hijau.
Sejak dicanangkan pada 2017 lalu telah dilakukan penanaman dan pembagian bibit seluas 137.243 Ha yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota.
Kegiatan penanaman dilakukan melalui skema RHL APBD/APBN, Rehabilitasi DAS PPKH,
Reklamasi Hutan, KBR, KBD, Forest City, penghijauan lingkungan, industri menanam, penanaman oleh persetujuan perhutanan sosial, penanaman oleh PBPH.
Dan penanaman yang dilakukan pihak lain terkait sebagai bagian dari kegiatan yang mendukung penurunan lahan kritis di Provinsi Kalimantan Selatan.
Agara program revolusi hijau lebih masif lagi, tahun ini dilibatkan perangkat kecamatan hingga desa.
Perangkat di tingkat tapak dilibatkan dalam hal menginventarisir potensi lahan perdesa/perkelurahan untuk sasaran penanaman 5 tahun ke depan serta menginventarisir keperluan bibit di tiap desa.
Ketersediaan data potensi dan keperluan bibit di tiap desa selama 5 tahun ke depan akan dijadikan dasar pelaksanaan kegiatan revolusi hijau.
Yang akan datang dan disesuaikan dengan Rencana Umum RHL dan Rencana Induk Revolusi Hijau.
“Kami sudah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara KPH lingkup Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan dengan Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk bersinergi dalam pelaksanaan Gerakan Revolusi Hijau guna percepatan peningkatan tutupan lahan di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















