Suarindonesia – Diminta kepada aparat untuk melakukan pencegahan sedini mungkin, sehingga tidak ada lahan yang terbakar.
“Jangan sampai kebakaran hebat terulang seperti tahun 2015, 2019 hampir 7.000 hektar lahan yang terbakar, kemudian 2016, 2018, 2020 sekitar 2.000 lahan yang terbakar.
Kita berharap di tahun 2021 ini sekecil-kecilnya lahan yang terbakar,” kata Pajabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, yang memimpin apel kesiapan gabungan dalam rangka penanggulangan bencana alam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2021 di Banjarbaru, Selasa (2/3.2021).
Dikatakan, pentingnya mengedepankan upaya pencegahan dalam pengendalian karhutla.
“Pencegahan menjadi faktor utama yang sangat menentukan keberhasilan pengendalian karhutla,” katanya.
Kepada aparat hukum, Pj Gubernur Kalsel meminta untuk menindak tegas siapa saja yang membakar lahan.
“Lakukan penegakan hukum kepada pelaku, baik koorporasi maupun perorangan bagi yang coba-coba membakar hutan dan lahan, tampilkan wajahnya di media sebagai bentuk sanksi sosial,” tegasnya.
Ia juga meminta kepada aparat yang hadir untuk melakukan pencegahan sedini mungkin, sehingga tidak ada lahan yang terbakar.
“Jangan sampai kebakaran hebat terulang seperti tahun 2015, 2019 hampir 7.000 hektar lahan yang terbakar, kemudian 2016, 2018, 2020 sekitar 2.000 lahan yang terbakar.
Kita berharap di tahun 2021 ini sekecil-kecilnya lahan yang terbakar,” sebutnya.
Safrizal mengatakan berdasarkan prediksi BMKG, musim kering dimulai bulan Mei hingga Juni, namun kesiapsiagaan karhutla dilakukan sejak dini.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















