MENSOS Syaifullah: Pengadaan Sekolah Rakyat Bebas dari Korupsi

- Penulis

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (tengah) saat meninjau perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat di Kedung Cowek Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/5/2026). (Foto: Antara/Willi Irawan)

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (tengah) saat meninjau perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat di Kedung Cowek Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/5/2026). (Foto: Antara/Willi Irawan)

SuarIndonesia — Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan proses pengadaan pembangunan Sekolah Rakyat harus bebas dari korupsi dan manipulasi guna memastikan program pendidikan bagi keluarga miskin berjalan transparan serta sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya sudah sampaikan kepada para penanggung jawab, tidak boleh ada lobby, tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada rekayasa, tidak boleh ada hal-hal yang menyimpang dalam proses pengadaan,” kata Saifullah Yusuf di Surabaya, Jatim, Minggu (3/5/2026).

Gus Ipul, sapaan akrabnya menjelaskan seluruh anggaran pembangunan Sekolah Rakyat telah direncanakan melalui mekanisme pengadaan terbuka dan proses lelang resmi pemerintah.

Menurut dia, hasil pengadaan nantinya dapat lebih rendah dibandingkan nilai perencanaan awal karena dilakukan melalui sistem lelang terbuka.

“Nanti kan akan ada proses lelang, saya tidak terlalu mengerti detail tentang proses lelang itu,” ujarnya.

Ia memastikan Kementerian Sosial telah mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa agar tidak melakukan penyimpangan.

Gus Ipul menegaskan dirinya bersama Wakil Menteri Sosial siap melaporkan langsung jika menemukan indikasi permainan proyek dalam pembangunan Sekolah Rakyat.

“Kalau terjadi pelanggaran, kalau terjadi manipulasi, kalau ada kongkalikong, saya dan Pak Wamen sudah berkomitmen akan menjadi pihak pertama yang melaporkan,” katanya, menegaskan.

Ia mengatakan pengawasan ketat diperlukan karena program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis nasional untuk pengentasan kemiskinan.

Selain menyediakan pendidikan gratis berasrama, pemerintah juga melakukan pemberdayaan terhadap keluarga siswa melalui bantuan sosial dan pelatihan keterampilan.

“Mereka dapat bansos (bantuan sosial), lengkap nanti juga didorong menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujarnya.

Gus Ipul menambahkan keluarga siswa Sekolah Rakyat juga akan memperoleh dukungan program rumah tidak layak huni, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), hingga pelatihan ekonomi produktif agar dapat mandiri secara ekonomi.

Prioritaskan anak putus sekolah

Sementara itu, dilansir dari Antara, Mensos Saifullah Yusuf menyatakan Program Sekolah Rakyat memprioritaskan anak putus sekolah dan keluarga miskin ekstrem melalui sistem penjangkauan langsung guna memperluas akses pendidikan berasrama di berbagai daerah Indonesia.

“Sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran kita menjangkau, jadi, yang ada adalah penjangkauan-penjangkauan anak-anak yang diprioritaskan, yang tidak sekolah, belum sekolah putus sekolah maupun yang berpotensi putus sekolah,” kata Saifullah Yusuf di Surabaya, Minggu.

Gus Ipul menjelaskan Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah umum karena menerapkan konsep asrama dan fokus pada anak-anak dari keluarga miskin desil satu dan dua.

Baca Juga :   MASYARAKAT Adat Suku Balik Uji Materiil UU IKN ke MK

Ia mengatakan sebagian siswa Sekolah Rakyat memiliki usia di atas rata-rata karena sebelumnya mengalami putus sekolah dalam waktu lama.

“Banyak siswa-siswa rakyat itu yang dulunya adalah pengamen mengemis pemulung untuk sekolah mereka, tidak melanjutkan sekolah, kemudian ada bahkan yang tidak sekolah,” ujarnya.

Menurut dia, tantangan terbesar terjadi pada tiga bulan pertama pembelajaran karena latar belakang dan kemampuan akademik siswa sangat beragam.

Ia menyebut terdapat siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang belum mampu membaca sehingga guru harus memberikan pendampingan intensif.

“Dia belum bisa baca. Inilah tantangan di sekolah rakyat yang harus dikerjakan oleh para guru dengan sebaik baiknya,” katanya.

Targetkan 97 SR beroperasi Juli 2026

Mensos Saifullah Yusuf menargetkan 97 gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah mulai beroperasi pada Juli 2026 untuk memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin dan rentan di seluruh Indonesia.

“Di 97 titik sekarang ini sedang dikerjakan pembangunan gedung sekolah rakyat oleh Kementerian Pekerjaan Umum,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kedung Cowek, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/5/2026).

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan, dari puluhan titik pembangunan tersebut sebanyak 67 lokasi ditargetkan selesai tepat waktu, sedangkan sisanya tetap dapat difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar.

Menurut dia, gedung permanen Sekolah Rakyat dirancang menampung sekitar 1.000 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Fasilitas yang disiapkan meliputi asrama, perpustakaan, laboratorium, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), hingga sarana kegiatan ekstrakurikuler.

“Gedung ini nanti bisa menampung 1.000 siswa SD, SMP dan SMA dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan, kemudian asrama laboratorium ya, UKS, dan juga fasilitas-fasilitas ekstrakurikuler lainnya,” ujarnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026
243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla
PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan
RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun
PENERTIBAN KAWASAN HUTAN tetap Lanjut Meski Ada Perlawanan
DISIAPKAN Ratusan Titik Rumah Oksigen-Mobil Keliling Karhutla

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 01:09

AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:09

TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:14

SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:14

UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:21

HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:17

RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:13

BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:08

PULUHAN WARGA-POLISI Aksi Donor Darah Wujud Kepedulian Terhadap Sesama

Berita Terbaru

Dua WNA Afghanistan dideportasi Imigrasi Balikpapan. (Foto: Imigrasi Balikpapan)

Kaltim

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:05

Foto ilustrasi hujan menyelimuti Kota Cantik Palangka Raya pada tahun lalu. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:59

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca