Tak Sesuai Fakta Lapangan, SK Kumuh Walikota Perlu Dirubah

Tak Sesuai Fakta Lapangan, SK Kumuh Walikota Perlu Dirubah

Suarindonesia – Ketua BKM se Indonesia Sumiati Burhan menilai permasalahan klasik yang terjadi di Indonesia dan Banjarmasin pada umumnya pengentasan masalah kekumuhan. Bahkan dengan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) selama dua tahun belum bisa membersihkan 100% Banjarmasin dari kekumuhan.

Sumiati Burhan yang juga Ketua BKM Kelurahan Pangeran menilai SK kumuh dari walikota atau pemerintah daerah, harus direvisi karena tidak mencakup penilaian kumuh dari pusat terkait WC dari rumah masing-masing warga yang belum sepenuhnya termuat di SK.

“Kita berpegang pada SK Walikota, maupun Pemerintah setempat, kemarin supaya zona merah yang kumuh tidak termuat di SK Walikota. Harus terjun sekali lagi ke lapangan untuk benar-benar mendata rumah mana yang kumuh yang masih belum termuat di SK harus dimuat,” ucapnya kepada awak media, Minggu, 27/1).

Oleh karena itulah, ujar Sumiati Burhan yang dikenal tokoh masyarakat, menegaskan SK Kumuh dari Walikota perlu dirubah, karena masih banyak yang tidak sesuai fakta lapangan dengan data yang termuat pada SK Kumuh tersebut.

Bahkan untuk menindak lanjuti, yang tidak termuat pada SK, Sumiati Burhan menyarankan agar setiap rumah yang didata ulang kemudian hari dan terdaftar di SK Kumuh harus dapat masing masing rumah satu WC. Karena WC merupakan hal yang baru masuk dalam indikator kumuh.

Meski demikian Sumiati Burhan tidak menampik kalau dua tahun program Kotaku ada menuai hasil dengan kurang lebih sudah mengentaskan sekitar 70% dari kawasan kumuh yang termuat dari SK Walikota Banjarmasin.

“Sudah cukup baik, sebab kumuhnya sudah hampir habis, terutama yang termuat di SK Walikota. Tetapi kembali lagi memang SK harus di revisi, karena masih ada yang belum termuat, semisal di Kelurahan Pangeran ini ada 7 RT, sekarang harus ke lapangan pantau sampai ke pelosok 7 RT ini,” katanya.

Sumiati Burhan pun mengaku akan terus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat. “Kami kan relawan nah terutama dari kami pasti ada kepedulian terhadap masyarakat termasuk kekumuhan ini,” katanya.(SU)

 152 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: