TABRAKAN KAPAL: Lima Selamat dan Satu Hilang

- Penulis

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan menyisir perairan di lokasi kecelakaan kapal untuk mencari korban hilang di perairan Desa Labuan Mas, Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Rabu (17/6/2026). (Foto: Kantor SAR Banjarmasin)

Tim SAR gabungan menyisir perairan di lokasi kecelakaan kapal untuk mencari korban hilang di perairan Desa Labuan Mas, Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Rabu (17/6/2026). (Foto: Kantor SAR Banjarmasin)

SuarIndonesia — Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap satu korban hilang akibat tabrakan kapal di perairan Desa Labuan Mas, Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, sementara lima korban lainnya selamat dan satu orang ditemukan meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator (SMC) di Banjarmasin, Rabu (17/6/2026), mengatakan korban yang masih dalam pencarian bernama Gilang (23), warga Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru.

Berdasarkan laporan yang diterima Kantor SAR Banjarmasin, kecelakaan laut tersebut terjadi pada Selasa (16/6) sekitar pukul 09.00 Wita saat kapal parenggek ikan Mega Harapan yang membawa tujuh orang, terdiri atas satu kapten dan enam anak buah kapal (ABK), berlayar dari Pulau Samber Gelap menuju Desa Tanjung Serudung.

“Dalam perjalanan, kapal diduga bertabrakan dengan kapal penumpang di sekitar Perairan Desa Labuan Mas yang mengakibatkan seluruh penumpang kapal terdampak. Dari tujuh orang yang berada di atas kapal, lima orang berhasil selamat, satu orang meninggal dunia, dan satu orang lainnya hingga kini masih belum ditemukan,” ujar Putu.

Putu mengatakan sekitar pukul 13.00 Wita pada hari kejadian, para korban selamat ditemukan oleh kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian sebelum dievakuasi ke Desa Labuan Mas. Nelayan setempat juga sempat melakukan pencarian terhadap korban hilang sebelum informasi diteruskan kepada Satpolair Polres Kotabaru dan dilaporkan ke Kantor SAR Banjarmasin.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pos SAR Kotabaru mengerahkan lima personel tim rescue menggunakan Rigid Inflatable Boat menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan lainnya.

Tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut terdiri atas personel Pos SAR Kotabaru, Lanal Kotabaru, Satpolair Polres Kotabaru, BPBD Kabupaten Kotabaru, serta nelayan setempat. Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan area yang diperkirakan menjadi arah hanyut korban.

Baca Juga :   RAPAT Banggar DPRD Kalsel Dihentikan, Serapan Anggaran Rendah

“Pencarian dilakukan dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian dan memperhitungkan kemungkinan pergerakan korban di perairan. Hingga saat ini satu korban masih dalam pencarian dan kami akan terus berupaya bersama seluruh unsur SAR gabungan hingga korban ditemukan,” kata Putu.

Ia mengatakan operasi pencarian didukung berbagai peralatan SAR, antara lain Rigid Inflatable Boat, peralatan penyelamatan di air, peralatan selam, perangkat komunikasi, serta sarana pendukung lainnya untuk memperluas jangkauan pencarian.

Dia menuturkan kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah dan hingga saat ini tidak terdapat kendala berarti yang menghambat jalannya operasi, sehingga seluruh unsur SAR dapat mengoptimalkan upaya pencarian terhadap korban yang masih hilang.

Basarnas Banjarmasin turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia serta mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut agar selalu mengutamakan aspek keselamatan saat beraktivitas di perairan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar senantiasa memperhatikan faktor keselamatan pelayaran, menggunakan alat keselamatan yang memadai, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat di laut agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” tutur I Putu Sudayana dilansir dari AntaraKalsel.

Hingga Rabu (17/6/2026) sore, operasi SAR masih berlangsung dan Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan di sekitar Perairan Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERJUNKAN Cairan Khusus untuk Pemadaman Karhutla Kalsel Lebih Efektif
KAPOLDA KALSEL Bersama Wamenko Pangan, Rakor Penanganan Karhutla Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku
1.000 BOUGENVILLE Lindungi Ekologis Kota Banjarmasin
RAKOR KARHUTLA, Polda Kalsel Kenalkan Inovasi Cairan Pemadam dan Kolam Portable untuk Lahan Gambut
PEDULI Krisis Air Bersih, Polsek Banjarmasin Timur Salurkan Bantuan untuk Warga Banua Anyar
WARGA Sambut Antusias Hujan di Sebagian Wilayah Pontianak
KARHUTLA Kalsel Capai 12.339 Hektare
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 22:02

TERJUNKAN Cairan Khusus untuk Pemadaman Karhutla Kalsel Lebih Efektif

Sabtu, 5 September 2026 - 21:54

KAPOLDA KALSEL Bersama Wamenko Pangan, Rakor Penanganan Karhutla Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku

Jumat, 4 September 2026 - 22:31

1.000 BOUGENVILLE Lindungi Ekologis Kota Banjarmasin

Jumat, 4 September 2026 - 21:56

PEDULI Krisis Air Bersih, Polsek Banjarmasin Timur Salurkan Bantuan untuk Warga Banua Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 20:16

WARGA Sambut Antusias Hujan di Sebagian Wilayah Pontianak

Jumat, 4 September 2026 - 20:06

KARHUTLA Kalsel Capai 12.339 Hektare

Jumat, 4 September 2026 - 19:55

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang

Jumat, 4 September 2026 - 00:54

PERKUAT SINERGI Media Lewat Media Gathering, Begini Penekanan Direktur Operasional Bank Kalsel

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca