SuarIndonesia – Para nelayan di Kalsel diharapkan bisa menerapkan kewajiban pelaporan kegiatan harian tentang kapal penangkap ikan melalui Logbook.
Laporan harian dengan Logbook sangat penting, untuk mengetahui produksi tangkapan ikan di Kalsel bisa tercatat dengan baik.
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi mengatakan dengan penerapan “logbook” (buku harian kapal) maka data sumber daya ikan yang dihasilkan di Kalsel bisa lebih akurat
“wilayah di Kalsel yang ada potensi perairan dan kelautannya seperti di Tanah Bumbu, Tanah Laut, Kabupaten Banjar dan ujung wilayah Kabupaten Barito Kuala,” katanya saat jadi narsum, Temu Koordinasi Penerapan Logbook Penangkapan Ikan Pelabuhan Perikanan Kotabaru Jalan Raya Stagen Desa Stagen Kecamatan Pulau Laut Utara, akhir pekan tadi.
Menurut Paman Yani ini sapaan akrabnya menilai kegiatan ini sangat penting dilaksanakan agar semua nelayan di Kalsel benar-benar mengetahui dan memahami penerapan Logbook penangkapan ikan bagi kelestarian sumber daya ikan.
“”Kegiatan ini sangat bagus, tidak hanya bagi nelayan di Kotabaru tetapi di seluruh wilayah di Kalsel,”
Selain itu, dari kegiatan seperti ini, diharapkan dapat mengetahui kendala-kendala yang dihadapi para nelayan ketika melaut dapat dideteksi lebih awal agar bisa segera dicarikan solusinya.
Oleh karena itu, diharapkan para nelayan dapat memahami bahwa Pemprov benar-benar memperhatikan pencatatan hasil tangkap ikan, sebagai bahan evaluasi terhadap hal-hal yang dianggap perlu.
“Kendala para nelayan dapat terdeteksi secara awal, misalnya ketika hasil tangkapnya mengalami penurunan, apakah disebabkan alat tangkapnya yang kurang atau wilayah tersebut tidak lagi memiliki banyak ikan untuk ditangkap.
Sehingga keberlangsungan ekosistem di laut benar-benar terjaga dan berkesinambungan,” tambahnya
Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel Rusdi Hartono mengatakan pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan para nelayan dalam mengisi “logbook: penangkapan ikan.
Mengingat hal ini sangat penting sehingga produksi tangkapan ikan di Kalsel dapat tercatat dengan baik.
“Kita tidak akan keluarkan Surat Persetujuan Berlayar kalau tidak ada logbooknya,” tegasnya.
Tercatat saat ini da 28 unit kapal menggunakan elektronik “logbook” penangkapan ikan.
“Kotabaru yang terbanyak di antara beberapa pelabuhan perikanan di Kalsel karena disini memiliki banyak kapal penangkap ikan,” kata Kepala Pelabuhan Kotabaru Nurbani.
Para nelayan rata – rata sudah bisa menggunakan E-logbook. Tinggal pelaporannya yang harus terus ditingkatkan karena data ini tidak hanya di Pemprov tetapi juga ke Kementerian secara online. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















