SuarIndonesia – Suasana haru warnai prosesi pemakaman Ibunda Pangeran H Khairul Saleh, Hj Kartinah binti Matali, Kamis (12/12) siang bada dzuhur.
Di tengah awan menggantung namun tak turun hujan, prosesi dimulai setelah jenazah dimandikan dan dishalatkan di rumah duka Jl Garuda Banjarbaru untuk kemudian dibawa dishalatkan lagi di Masjid Agung Al Karomah Martapura bersamaan shalat dzuhur.
Usai shalat dzuhur, jenazah dibawa ke Pemakaman Alkah Mahabbah Jl Sekumpul Raya Gunung Ronggeng Banjarbaru. Setibanya di tempat pemakaman, jenazah langsung diturunkan ke liang lahat diiringi kumandang adzan.

Pangeran Khairul Saleh bahu membahu bersama tiga adik laki-lakinya, Gusti Kadarusman, Gusti Abubakar, dan Gusti Sulaiman Razak menurunkan jenazah almarhumah ibunda mereka. Bahkan sang ayah yang juga suami almarhumah, Pangeran Jumberi turut membantu.
Habib Abdullah Assegaf memimpin membaca surah Yaa Sin saat liang lahat mulai ditutupi tanah hingga tuntas seiring diakhirinya bacaan surah Yaa Sin. Suasana haru yang diwarnai tetesan air mata tak kuasa dibendung dari sang suami dan anak-anak hinggu cucu dan kerabat almarhumah saat berlangsungnya penutupan tanah tadi.

Usai peletakan batu nisan dan taburan bunga, dilakukan pembacaan talqin yang dimulai dari Tuan Guru Merdekansyah, dilanjutkan Tuan Guru Ali Murtodo, dan terakhir Tuan Guru HM Misbahul Munir.
Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan ditutup doa dipimpin Habib Abdullah Assegaf. Turut hadir sejumlah ulama, tokoh masyarakat, pejabat di pemakaman.
Malah sejak Rabu (11/12) malam hingga Kamis (12/12) pagi, di rumah duka datang melayat dan mengucapkan belasungkawa, mantan gubernur Rudy Ariffin, mantan bupati Tabalong Noor Aidi, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, Ketua Dewan Mahkota Kesultanan Banjar Pangeran Rusdi Effendie, Sekda Banjar M Hilman, kepala SKPD Kabupaten Banjar dan Banjarbaru, jajaran kejaksaan, dan berbagai elemen masyarakat.(RA)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















