Suarindonesia – Guna menjawab kebutuhan tenaga profesional, Stikes Intan Martapura membuka prodi Administrasi Rumah Sakit.
Hal ini ditandai dengan diserahkannya Surat Keputusan (SK) Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) tentang izin Perubahan Bentuk Akademi Keperawatan Intan Martapura menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Intan Martapura.
Penyerahan SK Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) tentang ijin Perubahan Bentuk Akademi Keperawatan Intan Martapura menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Intan Martapura serahkan pada Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan, Prof. Dr Udiansyah kepada Ketua Yayasan Banjar Insan Prestasi, Dr Taufik Arbain, Minggu lalu.
Bahkan dalam penyerahan Surat Keputusan di Aula Kampus Stikes Intan Martapura turut disaksikan oleh Pembina Yayasan Banjar Insan Prestasi, Ir.H.Nasrunsyah.,MP beserta pengurus yayasan dan civitas akademika serta dihadiri pula oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar.

Prof. Dr Udiansyah dalam penyerahan SK perubahan bentuk Stikes Intan Martapura memberikan ucapan selamat dan mendoakan semoga perubahan bentuk ini membawa berkah seluruh civitas akademik dan mahasiswa, sekaligus menjadi pemicu peningkatan atmosfir akademik dan mampu menjawab tantangan pembangunan kesehatan di regional Kalimantan.
Ketua Yayasan Banjar Insan Prestasi, DR. Taufik Arbain, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa perubahan status dari Akper ke Stikes diikuti dengan dibukanya S1 Prodi Administrasi Rumah Sakit memberikan peluang pada pengembangan program studi lainnya untuk level Strata S1. Selain itu, sekaligus menjawab kebutuhan lulusan sarjana Administrasi Rumah Sakit di Kalimantan dalam rangka meningkatan fungsi managemen dan pelayanan kesehatan.
Karena paradigma pelayanan publik saat ini khususnya di bidang kesehatan membutuhkan lulusan yang terampil, professional baik di Rumah Sakit Pemerintah maupun di Rumah Sakit Swasta. Pola kerja serba ganda sudah mulai ditinggalkan dalam rangka efektivitas pelayanan tersebut.
“Kami sangat optimis terhadap lulusan ini akan bersaing, sebab pengalaman lulusan Akper Intan Martapura mampu bersaing di lapangan kerja baik di lembaga pemerintah maupun swasta, termasuk ke Jepang,” ungkap Dr Taufik Arbain.
Sementara itu Ketua Stikes Intan Martapura, Hj. Zubaidah., S.ST.,S.Kep.,MPH mengungkapkan bahwa perubahan bentuk menjadi Stikes Intan Martapura dengan prodi Diploma III Keperawatan dan prodi Sarjana Administrasi Rumah Sakit akan mencetak calon tenaga keperawatan dan tenaga administrasi rumah sakit professional, unggul dan berdaya saing.
Khusus penambahan prodi baru yaitu program studi Sarjana Administrasi Rumah Sakit merupakan program studi yang diunggulkan karena satu satunya di Kalimantan dan urutan ke-13 untuk prodi sejenis di Indonesia dengan kesempatan peluang kerja di RS Pemerintah, RS Swasta, serta Klinik yang memberikan pelayanan kesehatan.
Menurut Ketua Stikes ini, penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 dimulai sejak Juli hingga 30 September 2019, dengan pelayanan sistem pelayanan one day service (sehari selesai).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Ikhwansyah.,M.Kes mengapresiasi perubahan bentuk menjadi Stikes Intan Martapura di Kabupaten Banjar disertai penambahan program studi baru sarjana Administrasi Rumah Sakit akan membawa angin segar peluang kerja ke depannya ditengah menumpuknya jumlah lulusan tenaga kesehatan yang belum sepenuhnya terserap dunia kerja. Peluang tersebut dikarenakan program studi Sarjana Administrasi Rumah Sakit hanya satu-satunya di Kalimantan dan baru yang ke 13 untuk di Indonesia.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















