STATUS Siaga Darurat Karhutla Kalsel Dicabut

- Penulis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 20:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Tenaga Kebencanaan (TKB) BPBD Kalsel menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Palam, Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (28/7/2025). (SI/Dok BPBD Kalsel)

Tim Tenaga Kebencanaan (TKB) BPBD Kalsel menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Palam, Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (28/7/2025). (SI/Dok BPBD Kalsel)

SuarIndonesia — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mencabut status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlaku sejak 4 Agustus 2025.

Sekretaris Daerah Kalsel Muhammad Syarifuddin menerbitkan Surat Pernyataan Berakhirnya Status Siaga Darurat Karhutla Nomor 300.2/01951/BPBD/2025 yang ditandatangani pada 30 September 2025.

“Berdasarkan evaluasi dan data BMKG serta kondisi di lapangan, Pemprov Kalsel menetapkan bahwa status siaga darurat karhutla resmi berakhir pada 30 September 2025,” kata Syarifuddin di Banjarmasin, Rabu (1/10/2025).

Ia menyebutkan keputusan tersebut diambil usai rapat evaluasi penanganan karhutla serta berdasarkan disposisi Gubernur Kalsel tertanggal 26 September 2025.

Syarifuddin menjelaskan sejumlah dasar pertimbangan pencabutan status tersebut, antara lain rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan musim hujan di Kalsel telah berlangsung sejak September dengan curah hujan normal hingga atas normal.

Data BMKG Syamsudin Noor tersebut menunjukkan potensi hujan merata di seluruh wilayah Kalsel serta nihil sebaran asap, hingga laporan Satgas Karhutla yang mendapati kondisi lahan mulai basah akibat hujan konsisten.

Meski status siaga darurat dicabut, Syarifuddin menegaskan Pemprov Kalsel tetap menjaga kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

“Pemantauan wilayah rawan karhutla tetap dilakukan. Personel dan peralatan akan terus disiagakan, serta koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, OPD, instansi terkait, dan masyarakat akan ditingkatkan,” ujarnya.

Baca Juga :   DIRESMIKAN, Rimba Mart Jual Produk Hasil Hutan

Syarifuddin juga mengingatkan peran serta masyarakat sangat menentukan dalam pencegahan karhutla.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga lingkungan agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah bersama-sama,” tutur Syarifuddin dilansir dari AntaraNews.

Pemprov Kalsel menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 4 Agustus 2025 menyusul peningkatan titik panas (hotspot) di sejumlah kabupaten/kota akibat musim kemarau sejak Juni 2025.

Sepanjang Agustus hingga awal September, BPBD Kalsel bersama TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, serta masyarakat berjibaku memadamkan titik api di lahan gambut yang rawan terbakar.

Wilayah dengan kasus karhutla cukup tinggi di Provinsi Kalsel, meliputi Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Kota Banjarbaru, dan Hulu Sungai Selatan (HSS).

Pada Agustus 2025, beberapa wilayah sempat terdampak kabut asap tipis, namun tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KASUS BERDARAH Tewaskan Seorang Nelayan di Tembus Mantuil Terungkap, Tiga Pelaku Diringkus dan Ini Motifnya
GEGER TONGKAT BELATI di Kantor DPRD Kalsel, Seorang Pria Diperiksa Polisi
UNGKAP PENELANTARAN BAYI, Ayah dan Ibu Kandung Berstatus Pacaran Diamankan
PRESTASI GEMILANG Diraih Putri Nida Ulhusna, Atlet Multi Talenta Memborong 12 Medali Kejurprov Renang Kalsel 2026
MENAKAR KEADILAN Ekonomi, Menembus Tembok Monopoli Rantai Pasok PKP2B dan Perusahaan Besar Pertambangan di Kalsel
JUTAAN BATANG Rokok Ilegal Masuk Banjarmasin
DIBONGKAR Bea Cukai Banjarmasin Peredaran Barang Ilegal Jalur Penerbangan Internasional
BUKA FAKTA, Kuasa Hukum Sebut MH tak Tahu Ada Investor Lain Kasus Dugaan Penipuan Investasi

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:10

TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:35

OTT BNPB: KPK Tahan Lima Tersangka

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:12

GEGER TONGKAT BELATI di Kantor DPRD Kalsel, Seorang Pria Diperiksa Polisi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:00

UNGKAP PENELANTARAN BAYI, Ayah dan Ibu Kandung Berstatus Pacaran Diamankan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:24

PRESTASI GEMILANG Diraih Putri Nida Ulhusna, Atlet Multi Talenta Memborong 12 Medali Kejurprov Renang Kalsel 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:54

MENAKAR KEADILAN Ekonomi, Menembus Tembok Monopoli Rantai Pasok PKP2B dan Perusahaan Besar Pertambangan di Kalsel

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:02

DITENGAH BENCANA KARHUTLA, KPK OTT Pejabat BNPB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:57

JUTAAN BATANG Rokok Ilegal Masuk Banjarmasin

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas)(tengah) memberikan keterangan seusai memimpin rapat koordinasi terbatas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jakarta, Rabu (14/10/2026). (Foto: Antara/Aria Ananda)

Bisnis

MULAI 15 Oktober 8.000 KDKMP Dipantau

Rabu, 14 Okt 2026 - 20:01

Tahanan KPK dalam kasus operasi tangkap tangan di lingkungan BNPB keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026). (Foto: Antara/Fath Putra M)

Headline

OTT BNPB: KPK Tahan Lima Tersangka

Rabu, 14 Okt 2026 - 19:35

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca