SOSPE Provinsi Kalsel Nomor 10 Tahun 2019 Tentang Kepemudaan

SOSPE Provinsi Kalsel Nomor 10 Tahun 2019 Tentang Kepemudaan

SuarIndonesia – Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin menggelar sosialisasi atau penyebarluasan (Sosper) Peraturan Daerah Provinsi Kalsel Nomor 10 Tahun 2019 tentang Kepemudaan, Senin (10/5/2021) di Big Coffe Container Batulicin, Tanah Bumbu.

Sosialisasi mengundang para mahasiswa, aktivitas organisasi kepemudaan seperti ISPA dan GMNI, serta masyarakat umum.

Total ada 50 orang peserta yang terlibat. Pelaksanaannya disertai penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Batulicin, Tanah Bumbu, dipilih sebagai tempat sosper, sebab Bang Dhin, begitu M Syaripuddin akrab disapa, berasal dari daerah pemilihan ini saat terpilih sebagai anggota DPRD Kalsel, 2019 lalu.

Acara itu juga dihadiri narasumber dari Biro Hukum Setda Provinsi Kalsel, Said dan Sukandar dari Kabid Pora Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kalsel.

“Sosper ini adalah program DPRD Kalsel 2021. Anggota dewan turun menyapa dan melakukan dialog secara langsung kepada masyarakat untuk penyebarluasan peraturan daerah sebagai sebuah instrumen hukum.

Temanya mengenai pemberdayaan dan pengembangan kepemudaan di Banua,” kata Bang Dhin

Ia menyebut, peraturan daerah terkait kepemudaan ini dimaksudkan untuk membentuk masyarakat yang demokratis dan bertanggung jawab, dengan basis kearifan lokal yang unggul dan kompetitif.

Selain itu, perda juga menata sarana prasarana kepemudaan, pembiayaan, pembinaan, dan kualitas mutu pelayanan kepemudaan dengan prioritas mengembangkan dan mengarahkan potensi kepemudaan.

“Perda ini intinya memberi jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum atas eksistensi dan aktivitas kepemudaan di Kalsel. Perda No 10/2019 ini menjadi strategi pemerintah daerah dalam menyelaraskan dan mengintegrasikan program layanan kepemudaan agar memiliki konsep yang terencana, terarah, terpadu, serta berkelanjutan,” tambahnya.

Dialog berlangsung hangat. Bang Dhin banyak menerima masukan dan aspirasi dari kalangan muda di Batulicin, Tanah Bumbu.

“Mereka menginginkan agar program bisa diselaraskan dengan agenda-agenda kepemudaan yang dilaksanakan oleh OKP dan komunitas-komunitas kepemudaan yang ada.

Program juga harus selaras dengan perkembangan zaman yang menuntut berkesesuaian dengan era Revolusi 4.0,” katanya.

Dengan demikian, kata Bang Dhin, antara program pemerintah dan organisasi atau komunitas kepemudaan menjadi sebuah sinergi yang baik. Saling mengisi, dan saling mendukung. (*/HM)

 498 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: