SIDANG ISBAT Awal Ramadan Digelar 17 Februari 2026

- Penulis

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - Petugas Kemenag Kalsel memantau hilal di salah satu hotel di Banjarmasin, Minggu (10/3/2024). (Foto: Dok MC Kalsel)

Foto Ilustrasi - Petugas Kemenag Kalsel memantau hilal di salah satu hotel di Banjarmasin, Minggu (10/3/2024). (Foto: Dok MC Kalsel)

SuarIndonesia — Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Selasa, 17 Februari 2026. Sidang ini dijadwalkan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta, dan akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad menjelaskan, sidang isbat nanti akan melibatkan banyak pihak dari berbagai unsur agar proses penetapan awal Ramadan berjalan transparan dan kredibel.

“Sidang Isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR, dan perwakilan Mahkamah Agung,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Menurut Abu Rokhmad, sidang isbat memiliki tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi (hisab). Setelah itu, Kemenag akan melakukan verifikasi hasil rukyatul hilal yang dilakukan di 37 titik pemantauan yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat,” kata Abu Rokhmad.

Ia menegaskan bahwa Kemenag tetap konsisten menggunakan metode hisab dan rukyah secara bersamaan dalam menentukan awal Ramadan, Idulfitri 1 Syawal, dan Iduladha. Pendekatan ini dinilai sebagai jalan tengah yang telah lama menjadi pedoman pemerintah.

Abu Rokhmad juga mengajak masyarakat untuk menunggu hasil resmi dari sidang isbat sebelum menetapkan awal puasa Ramadhan.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah, yang menjadi rujukan nasional hingga saat ini.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam Kemenag Arsad Hidayat mengungkapkan bahwa tahun ini Kemenag akan mengirimkan para ahli falak ke sejumlah lokasi strategis yang dinilai memiliki peluang besar untuk melihat hilal dengan jelas.

“Kalau memungkinkan, tahun ini kita menjadikan masjid IKN yang telah diresmikan beberapa waktu lalu sebagai tempat pelaksanaan rukyatul hilal,” kata Arsyad, dikutip Kabarin.com dari AntaraNews, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga :   PAKAR Geologi ITB: Bendungan Alami Picu Longsor di Cisarua

Tak hanya itu, Kemenag juga berencana menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) sebagai dasar hukum resmi pelaksanaan sidang isbat. PMA ini diharapkan bisa menjawab berbagai pertanyaan publik, khususnya soal landasan hukum dan mekanisme penetapan awal bulan hijriah oleh pemerintah.

Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah. Berdasarkan keputusan resmi Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Keputusan tersebut diambil melalui metode hisab hakiki oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, dengan berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Penetapan ini tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

Secara astronomis, ijtimak atau konjungsi bulan menjelang Ramadhan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 12:01:09 UTC. Namun, pada saat Matahari terbenam di hari yang sama, hasil analisis menunjukkan bahwa kriteria visibilitas hilal Parameter Kalender Global (PKG) 1 belum terpenuhi di seluruh belahan bumi.

PKG 1 mensyaratkan tinggi Bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat sebelum tengah malam UTC. Karena kriteria itu belum tercapai, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan jatuh sehari setelahnya.

Dengan adanya perbedaan metode penetapan ini, masyarakat diimbau tetap saling menghormati dan menunggu pengumuman resmi pemerintah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, hasil sidang isbat Kemenag akan menjadi rujukan nasional untuk pelaksanaan ibadah puasa Ramadan di Indonesia. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BMKG: EL NINO Diprediksikan Bertahan hingga Kuartal I 2027
CEGAH Karhutla dan Kekeringan OMC Diintensifkan
GEISZ CHALIFAH Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Mantan Bupati Kukar
MASYARAKAT tidak Boleh Main Hakim Sendiri
KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa Tujuh Saksi
HARGA BBM dan LPG Subsidi Dipastikan tidak Naik
BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi
DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:06

CEGAH Karhutla dan Kekeringan OMC Diintensifkan

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:34

GEISZ CHALIFAH Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Mantan Bupati Kukar

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:58

MASYARAKAT tidak Boleh Main Hakim Sendiri

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:27

KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa Tujuh Saksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:12

HARGA BBM dan LPG Subsidi Dipastikan tidak Naik

Senin, 27 Juli 2026 - 19:58

BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05

DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:43

KEMENKES Terapkan Efisiensi Pengadaan Obat dan Rombak Sistem Akreditasi RS

Berita Terbaru

Rimba mart yang berlokasi di Taman Hutan Hujan Tropis, Banjarbaru diresmikan, diresmkikan Gubernur Kalsel, H. Muhidin, Kamis (30/7/2026) (SuarIndonesia/RW)

Kalsel

DIRESMIKAN, Rimba Mart Jual Produk Hasil Hutan

Kamis, 30 Jul 2026 - 22:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca