SEPULANG dari Kemenkes RI, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Monitoring Vaksinasi di Puskesmas

- Penulis

Jumat, 1 Oktober 2021 - 21:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Dua hari setelah melakukan aksi membentangkan spanduk bertuliskan Kalsel darurat Vaksin di Kemenkes RI, Ketua Komisi IV HM Lutfi Saifuddin monitoring pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Semangat Dalam Kabupaten Barito Kuala. Jumat, (1/10/2021).

“Kedatangan kita ini untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan vaksinasi di Kab. Batola,” katanya

Selain itu menurut Lutfi, kedatangan anggota komisi IV DPRD Kalsel ini guna mengetahui capaian pelaksanaan vaksinasi dan kendala yang dihadapi.

“Keterangan Dinas Kesehatan Batola vaksinasi untuk masyarakat daerah Kabupaten Batola belum sepenuhnya mencapai target,” kata lutfi

Ditambahkan Politisi Partai Gerindra ini bahwa Komisi IV telah mendesak Kementerian Kesehatan untuk pemenuhan stok vaksinasi di Kalimantan Selatan. Dimana pihaknya mengimbau agar pemasukan data masyarakat yang sudah divaksin lebih cepat lagi.

“Pihak Kementerian Kesehatan beralasan bahwa keterlambatan pengiriman ke Kalimantan Selatan salah satunya juga disebabkan oleh lambatnya entri data masyarakat yang sudah divaksin, sehingga ini mempengaruhi data di Kementerian,” jelas lutfi.

Baca Juga :   RATUSAN PEMILIH di Banjarmasin Simulasikan Pencoblosan Pilkada, Seluruh Kalsel Disiapkan 7.344 TPS

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala dr. Azizah Sri Wedari, MPH. menjelaskan bahwa Puskesmas Semangat Dalam tidak mengalami kendala yang berarti dipelayanan pemberian vaksinasi pada masyarakat.

Namun, pemberian vaksinasi untuk masyarakat Kab. Barito Kuala belum sepenuhnya mencapai target.

“Cakupan vaksinasi secara keseluruhan baru mencapai 17% untuk vaksinasi 1, sedangkan vaksinasi 2 belum mencapai 10% dari sasaran target 244.000,” bebernya.

Salah satu yang menyebabkan belum tercapainya target tersebut yakni pasokan vaksin yang kurang, padahal tim telah bergerak maksimal, untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat. (HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LESTARIKAN Budaya Banjar dengan Libatkan Generasi Muda
PROGRAM MARKISSA Konversi Sampah jadi Sedekah Beras
JASAD MENGAPUNG di Sungai depan Museum Perjuangan
TECO, Pelatih Barito Putera : Tahan Imbang Persela, Masih Punya Satu Laga
GOL PENALTI Drama “Injury Time” Barito Putra Vs Persela
PENJARINGAN Calon Ketua KONI Kalsel, Dinilai H Bambang Kepemimpinan Depan Orang-orang Tangguh
AKLAMASI, Paman Birin Kembali Pimpin PB Lemkari 2026-2031
PRIA MISTERIUS Tergeletak Tak Bernyawa di Emper Pertokoan Pasar Pagi Banjarmasin

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 22:08

KARANTINA KALBAR Cegah Perdagangan Satwa Liar di Perbatasan

Jumat, 17 April 2026 - 21:52

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

Jumat, 17 April 2026 - 20:02

DELAPAN Penumpang Heli Jatuh Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal

Kamis, 16 April 2026 - 19:32

RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda

Kamis, 16 April 2026 - 19:17

20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau

Rabu, 8 April 2026 - 23:22

KASUS VIDEO PORNO Sambas: Si Biduan Bertato dan 3 Orang Diperiksa

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:36

MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:04

POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru

Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan bersama Kantor Bea Cukai Kelas II Nunukan menggagalkan ribuan kosmetik ilegal dari Malaysia. (dok Pangkalan TNI AL Nunukan)

Hukum

RIBUAN KOSMETIK Ilegal Malaysia Diselundupkan

Minggu, 26 Apr 2026 - 22:43

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca