Suarindonesia – Dalam perayaan tahun baru biasanya menyisakan sampah. Namun berbeda di Banjarmasin dalam perayaan malam tahun baru 2019, sampah turun sekitar 3% dibanding 2018 yang lalu. Hal tersebut membuat Pemerintah Kota Banjarmasin mengapresiasi masyarakat yang sadar menjaga kebersihan lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Drs H Mukhyar membenarkan adanya penurunan volume sampah di Kota Banjarmasin pada perayaan pergantian malam tahun baru 2019 kemarin sekitar 3%.
“Terus terang memang tahun kemarin pada tahun baru 2018 volume sampah di Banjarmasin mencapai 600 ton dan tahun ini berkurang sebesar 3% menjadi sekitar 580 ton,” ucapnya kepada awak media (2/01/2018).
Mukhyar mengatakan, penurunan volume sampah pada perayaan tahun baru 2019 kemarin sedikit banyaknya dipacu oleh pemecahan spot perayaan serta pengurangan kembang api pada perayaan tersebut.
Selain itu Mukhyar mengapresiasi kesadaran warga yang membaik terkait membuang sampah pada tempatnya, sehingga menyongsong pagi, tempat perayaan pergantian malam tahun baru sudah bersih.
Meski demikian Mukhyar memaparkan Siring Piere Tendean menjadi tempat penumpukkan sampah terbanyak dibanding tempat lain seperti Taman Kamboja, Air Mancur Menari serta Siring 0 Kilometer.
Atas berkurangnya volume sampah tersebut, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina juga mengapresiasi atas kesadaran warga Kota Banjarmasin yang semakin meningkat, hingga volume sampah berkurang sekitar 20 ton di Banjarmasin.
“Ada pengurangan volume sampah, saya sangat berterimakasih dan apresiasi kepada masyarakat Banjarmasin yang semakin membaik kesadaran menjaga kebersihan, karena bersih merupakan pangkal dari sehat,” katanya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















