Suarindonesia- Sebuah rumah milik penrajin tanggui (topi tradisional khas Suku Banjar yang terbuat dari anyaman daun nipah, diamuk api, Senin (14/4/2025).
Peristiwa terjadi di Jalan Kuin Selatan , Banjarmasin Barat.
Kebakaran berlangsung cepat dan nyaris menelan korban jiwa.
Dua anak pemilik rumah yang tengah tertidur, nyaris tekurung kobaran api.
“Saya lihat dari jendela rumah Acil Midah, ternyata ada anaknya lagi tidur.
Saya langsung teriak dan menggedor-gedor rumahnya supaya bangun,” ucap Faizah (20), tetangga yang pertama kali melihat asap hitam membumbung dari rumah korban.
Pemilik rumah, Hamidah (40), mengaku saat kejadian tengah bekerja membuat tanggui di rumah tetangganya.
Ia tidak menyadari adanya api hingga mendengar teriakan warga sekitar.
“Saya lagi bikin tanggui, enggak tahu sama sekali kalau ada kebakaran.
Anak saya dua orang masih tidur di dalam, Yahya dan Sukrillah.
Begitu dengar teriakan, saya langsung lari ke depan. Api sudah besar.
Saya langsung teriak supaya anak-anak keluar,” cerita Hamidah dengan wajah penuh syok.
Menurutnya, saat meninggalkan rumah ia tidak menyalakan kompor.
Ia juga mendengar dua kali suara ledakan, yang diduga berasal dari dalam rumah.
“Saya enggak tahu asal apinya dari mana. Rumah habis semua, enggak sempat selamatkan apa-apa.
Kini, ia bersama suami dan kedua anaknya belum tahu harus mengungsi ke mana.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran dan relawan yang datang dari berbagai penjuru berhasil menjinakkan dengan cepat.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran dalam penyelidikan pihak kepolisian. (DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















