Relawan FPI Turut Evakuasi Korban Tsunami

- Penulis

Selasa, 25 Desember 2018 - 15:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Tim penyelamat dari Basarnas, BPBD, kepolisian, dan TNI sempat kesulitan ketika hendak menembus wilayah Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten yang terdampak tsunami Selat Sunda, pada Sabtu (22/12) pekan lalu. Relawan Front Pembela Islam (FPI) menjadi yang paling awal melakukan evakuasi di sana.

Jalan tak mudah dilewati karena pohon tumbang menghalangi jalan. Lapisan tanah merah yang diguyur hujan semakin mempersulit langkah.

Bantuan baru datang pada Senin (24/12) atau dua hari setelah kejadian. Masyarakat tidak segera mendapat bantuan seperti wilayah lain seperti Carita, Sambolo, Karang Bolong, Labuan, dan Tanjung Lesung yang dijangkau tim penanggulangan bencana.

Hal itu dituturkan Eli (25), warga Sumur yang selamat dari terjangan gelombang pasang mematikan. Eli mengatakan pihak pertama yang mendatangi daerah terdampak tsunami di Sumur justru relawan FPI.

“Yang pertama datang itu FPI karena di sini banyak pesantren,” kata Eli di Sumur, Pandeglang, Senin sore (24/12).

Eli menjelaskan puluhan personel FPI datang ke tepi pantai yang terkena tsunami pada Minggu pagi (23/12). Mereka langsung membantu warga yang masih selamat terlebih dahulu.

Baca Juga :   GEGER ! Pemuda Gantung Diri Dalam Rumah di Kuin Selatan

Bantuan seadanya berupa makanan dan pakaian diberikan anggota FPI kepada korban. Warga juga diajak ke tempat yang lebih aman. Mereka juga turut mengevakuasi warga yang telah meninggal dunia. Namun, mereka terkendala keterbatasan peralatan.

Kini, Sumur sudah terjamah tim penanggulangan bencana dari berbagai instansi. Evakuasi sudah dilakukan sejak Senin (24/12).

“Petugas dan kendaraan evakuasi sudah bisa menembus daerah sumur. Sebelumnya beberapa jalan dan jembatan rusak,” tutur Kepala Pusat data dan Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo melalui akun Twitternya.

Hanya bantuan logistik yang tiba di Sumur masih belum memadai. Sebab pusat bantuan logistik terletak di Kantor Kecamatan Labuan jaraknya cukup jauh dari wilayah Sumur. Butuh waktu sekitar 3,5 jam untuk sampai ke sana.(CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

IIMU RETRET AKMIL, Supian HK : Siap Terapkan di Kalsel !
LAKA LIBATKAN Dua Emak-emak di Banjarmasin, Respon Cepat 110 Polri Permasalahan Berakhir Damai
MENHAJ: Kesiapan Layanan Haji Indonesia Sudah Hampir Selesai
DISIAPKAN Insentif Fiskal Masif Dukung Program 3 Juta Rumah
SOAL “WAR TICKET”, Menhaj Hentikan Pembahasan jika Dianggap Prematur
ANTISIPASI Tindak Kejahatan di Kawasan Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin, Personel Berpatroli
TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha
KESIAPSIGAAN KARHUTLA Kerahkan Ratusan Personel dan Sarpras, Kapolda Kalsel : “Kita tak Boleh Lengah”

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:09

DISIAPKAN Insentif Fiskal Masif Dukung Program 3 Juta Rumah

Rabu, 15 April 2026 - 00:27

SOAL “WAR TICKET”, Menhaj Hentikan Pembahasan jika Dianggap Prematur

Selasa, 14 April 2026 - 21:25

TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha

Senin, 13 April 2026 - 23:02

14 Kepala Kejaksaan Tinggi Dimutasi

Minggu, 12 April 2026 - 22:29

5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim

Sabtu, 11 April 2026 - 17:38

DERMAGA PASAR TERAPUNG di TMII jadi Etalase Budaya Kalsel dengan Dihadirkan Jukung Tradisional

Jumat, 10 April 2026 - 23:21

PRESIDEN PRABOWO: Halangi Satgas PKH Berarti Hambat Presiden

Jumat, 10 April 2026 - 23:09

SEMBILAN Anggota Ombudsman Dilantik

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca