PW NU Minta Pemprov Kalsel Tetapkan PSU Pilgub Kalsel Jadi Hari Libur

PW NU Minta Pemprov Kalsel Tetapkan PSU Pilgub Kalsel Jadi Hari Libur

SuarIndonesia – Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel mengeluarkan regulasi atau keputusan hari libur saat hari pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) tahun 2020.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Kalsel, H Nasrullah mengatakan, kebijakan libur tersebut lebih khusus bagi wilayah PSU yang sudah diputuskan oleh Mahkamah konstitusi (MK) beberapa waktu yang lalu.

“Apabila tidak dilaksanakan maka berpotensi melanggar aspek terkait penetapan hari libur saat pelaksanaan Pilkada,” ungkapnya melalui keterangannya, Minggu (25/04/2021) sore.

Kemudian di sisi politik, tidak ditetapkannya hari libur saat pelaksanaan Pilkada, menurutnya bisa berpotensi menurunnya jumlah partisipasi pemilih, yang akan berdampak legitimasi hasil pilkada itu sendiri.

Selain itu, jika tidak diliburkan, proses pemungutan suara bisa berpotensi menimbulkan kerumunan. Hal tersebut dikarenakan pemilih cenderung berbondong pergi ke TPS dalam waktu singkat lantaran akan pergi kerja.

Selanjutnya, kebijakan yang dapat dilakukan apabila PSU Pilgub dilaksanakan pada hari libur, yaitu dengan aturan pembagian kelompok pemilih yang datang ke TPS,

“Sehingga tidak menimbulkan kerumunan dan berpotensi terjadi penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Kendati demikian, ia menilai bahwa suasana politik di Kalsel menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalsel Tahun 2020 masih terdapat paslon yang yang menggunakan strategi politik konflik guna bisa menjadi pemenang saat PSU pada 9 Juni 2021 mendatang.

“Dari pengamatan kami kedua Paslon gubernur masih ada menyusun strategi politik konflik untuk mempengaruhi atau menarik simpatik masyarakat,” bebernya.

Menurutnya, hal tersebut jelas dilarang menurut hukum agama maupun konstitusi di negara Republik Indonesia ini.

“Karena itu kami (PW NU Kalsel) mengajak seluruh umat atau masyarakat untuk memilih pemimpin yang bijak. Karena pemimpin itu harus mengayomi dan memperjuangkan umat,” jelasnya.

Kemudian, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menghindari ujaran kebencian terutama melalui media sosial.

Pasalnya, ia menilai, kemudahan akses informasi melalui berbagai media menjadi alat oknum pendukung untuk terus menyebarkan ujaran kebencian dan mengarah pada kampanye hitam,

Sehingga ia sangat berharap agar setiap masyarakat untuk selalu waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang ingin meraih kekuasaan dengan menghalalkan segala cara.

“Tetap jaga persaudaraan hindari kampanye hitam,hindari permusuhan, hindari kecurangan dalam bentuk apa pun,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan ini.

Di samping itu, tak lupa ia mengajak seluruh masyarakat untuk datang ke TPS dalam rangka menggunakan hak pilihnya pada pemungutan Suara Ulang (PSU)Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur KalSel (Pilgub)Tahun 2020 ini.

Kemudian, ia meminta agar momen Ramadhan sekarang ini bisa dimanfaatkan oleh Calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk memberikan pendidikan politik kepada para pendukung.

“Yang pasti adalah melalui pendidikan politik santun, beradab dengan cara cara yang bersih tanpa kecurangan dalam bentuk apa pun,” pungkasnya.(SU)

 251 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: