PW NU Minta Pemprov Kalsel Tetapkan PSU Pilgub Kalsel Jadi Hari Libur

- Penulis

Minggu, 25 April 2021 - 21:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Kalsel, H Nasrullah

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Kalsel, H Nasrullah

SuarIndonesia – Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel mengeluarkan regulasi atau keputusan hari libur saat hari pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) tahun 2020.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Kalsel, H Nasrullah mengatakan, kebijakan libur tersebut lebih khusus bagi wilayah PSU yang sudah diputuskan oleh Mahkamah konstitusi (MK) beberapa waktu yang lalu.

“Apabila tidak dilaksanakan maka berpotensi melanggar aspek terkait penetapan hari libur saat pelaksanaan Pilkada,” ungkapnya melalui keterangannya, Minggu (25/04/2021) sore.

Kemudian di sisi politik, tidak ditetapkannya hari libur saat pelaksanaan Pilkada, menurutnya bisa berpotensi menurunnya jumlah partisipasi pemilih, yang akan berdampak legitimasi hasil pilkada itu sendiri.

Selain itu, jika tidak diliburkan, proses pemungutan suara bisa berpotensi menimbulkan kerumunan. Hal tersebut dikarenakan pemilih cenderung berbondong pergi ke TPS dalam waktu singkat lantaran akan pergi kerja.

Selanjutnya, kebijakan yang dapat dilakukan apabila PSU Pilgub dilaksanakan pada hari libur, yaitu dengan aturan pembagian kelompok pemilih yang datang ke TPS,

“Sehingga tidak menimbulkan kerumunan dan berpotensi terjadi penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Kendati demikian, ia menilai bahwa suasana politik di Kalsel menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalsel Tahun 2020 masih terdapat paslon yang yang menggunakan strategi politik konflik guna bisa menjadi pemenang saat PSU pada 9 Juni 2021 mendatang.

“Dari pengamatan kami kedua Paslon gubernur masih ada menyusun strategi politik konflik untuk mempengaruhi atau menarik simpatik masyarakat,” bebernya.

Baca Juga :   KPK BUKA SUARA soal PN Jaksel Menangkan Praperadilan Sahbirin Noor

Menurutnya, hal tersebut jelas dilarang menurut hukum agama maupun konstitusi di negara Republik Indonesia ini.

“Karena itu kami (PW NU Kalsel) mengajak seluruh umat atau masyarakat untuk memilih pemimpin yang bijak. Karena pemimpin itu harus mengayomi dan memperjuangkan umat,” jelasnya.

Kemudian, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menghindari ujaran kebencian terutama melalui media sosial.

Pasalnya, ia menilai, kemudahan akses informasi melalui berbagai media menjadi alat oknum pendukung untuk terus menyebarkan ujaran kebencian dan mengarah pada kampanye hitam,

Sehingga ia sangat berharap agar setiap masyarakat untuk selalu waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang ingin meraih kekuasaan dengan menghalalkan segala cara.

“Tetap jaga persaudaraan hindari kampanye hitam,hindari permusuhan, hindari kecurangan dalam bentuk apa pun,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan ini.

Di samping itu, tak lupa ia mengajak seluruh masyarakat untuk datang ke TPS dalam rangka menggunakan hak pilihnya pada pemungutan Suara Ulang (PSU)Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur KalSel (Pilgub)Tahun 2020 ini.

Kemudian, ia meminta agar momen Ramadhan sekarang ini bisa dimanfaatkan oleh Calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk memberikan pendidikan politik kepada para pendukung.

“Yang pasti adalah melalui pendidikan politik santun, beradab dengan cara cara yang bersih tanpa kecurangan dalam bentuk apa pun,” pungkasnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha
TERDAKWA PEMBUNUH BIDAN di Kelayan Banjarmasin Divonis Penjara “Sampai Ajal”
KESIAPSIGAAN KARHUTLA Kerahkan Ratusan Personel dan Sarpras, Kapolda Kalsel : “Kita tak Boleh L;engah”
GUBERNUR MUHIDIN Ajak Warga Kalsel Cegah Karhutla
PESUT MATI Terbelah Kena Pukat Kurau
TAK AMPUN MAAF Bagi Seili Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM
JASAD MEMBUSUK Tergantung di Pohon Ditemukan Seorang Pelajar
JARINGAN NARKOTIKA Antarprovinsi 59 Pelaku Diringkus Polda Kalsel, Barang Bukti Sabu 75,2 Kg dan 15.742 Ekstasi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 18:56

TERDAKWA PEMBUNUH BIDAN di Kelayan Banjarmasin Divonis Penjara “Sampai Ajal”

Senin, 13 April 2026 - 23:06

TAK AMPUN MAAF Bagi Seili Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM

Senin, 13 April 2026 - 23:02

14 Kepala Kejaksaan Tinggi Dimutasi

Senin, 13 April 2026 - 15:55

JARINGAN NARKOTIKA Antarprovinsi 59 Pelaku Diringkus Polda Kalsel, Barang Bukti Sabu 75,2 Kg dan 15.742 Ekstasi

Senin, 13 April 2026 - 12:52

SABU 43,8 KILOGRAM Disita Polda Kalsel dari Pelajar, Kaki Tangan Gembong Fredy Pratama

Senin, 13 April 2026 - 12:27

BERANTAS NARKOBA, Supian HK Dukung Penuh Komitmen Polda Kalsel

Minggu, 12 April 2026 - 22:29

5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim

Minggu, 12 April 2026 - 02:04

RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM

Berita Terbaru

H Muhidin, Gubernur Kalsel. (detikKalimantan/Khairun Nisa)

Kalsel

GUBERNUR MUHIDIN Ajak Warga Kalsel Cegah Karhutla

Selasa, 14 Apr 2026 - 00:16


Pesut mati terbelah akibat pukat kurau di Tana Tidung, Kaltara. (dok Dinas Perikanan Pemkab KTT)

Kaltara

PESUT MATI Terbelah Kena Pukat Kurau

Selasa, 14 Apr 2026 - 00:10

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca