PUPR HARUS Benahi Kajian Pembangunan, Oprit Jembatan Sering Bermasalah

- Penulis

Selasa, 8 November 2022 - 23:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Permasalahan oprit Jembatan Gerilya yang sudah mengalami penurunan menjadi atensi bagi Komisi III DPRD Kota Banjarmasin.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Afrizaldi menilai, kondisi oprit pada jembatan yang menjadi penghubung Jalan Kelayan A dan Jalan Gerilya, Kecamatan Banjarmasin Selatan itu wajib dijadikan pelajaran bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat.

Bukan tanpa alasan, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, penurunan oprit yang katanya disebabkan kondisi tanah rawa yang labil tersebut tidak hanya terjadi di Jembatan Gerilya saja. Namun juga di jembatan-jembatan lainnya.

“Permasalahan yang terjadi dalam setiap jembatan di Banjarmasin ini selalu sama, yakni selalu penurunan oprit yang membuat ketidaknyamanan bagi pengendara,” ucapnya saat dihubungi awak media, Selasa (8/11/2022) siang.

Bahkan menurutnya, tidak menutup kemungkinan penurunan oprit tersebut memakan korban akibat perubahan posisi landasan yang menurun tersebut.

Karena itu, Afrizal pun lantas berharap agar Dinas PUPR Banjarmasin secara profesional harus terus melakukan pengkajian, khususnya dalam setiap pelaksanaan pembangunan jembatan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Supaya dalam perencanaan ke depannya harus matang dan jangan sampai permasalahan oprit ini terulang lagi,” tukasnya.

“Kalau masih permasalahan ini masih ada, artinya Dinas PUPR tidak belajar dengan kejadian-kejadian sebelumnya,” cecarnya.

Menurutnya, seharusnya Pemko Banjarmasin dalam hal ini Dinas PUPR bisa duduk bersama para pakar, ahli dan akademisi untuk membahas solusi bagaimana menghadapi kondisi tekstur tanah di Banjarmasin yang labil ini.

Baca Juga :

JEMBATAN Gerilya Bermasalah Dulu, Baru Diperbaiki

Tujuannya tidak lain agar dalam setiap perencanaan pembangunan jembatan hasilnya lebih terukur, matang dan tidak ada lagi terjadi permasalahan pada bagian oprit.

Baca Juga :   BANJARMASIN TERTINGGI Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik 2024

“Sehingga kualitas jembatan yang dibangun bisa sesuai dengan yang diharapkan. Jangan sampai proyek pembangunan yang dikerjakan hanya berdasar atas kepentingan tertentu saja,” tegasnya.

Ia pun lantas mencontohkan curamnya lantai oprit di Jembatan Bromo, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan yang banyak dikeluhkan warga.

“Ini jadi salah satu tanda bahwa perencanaan dan kajian dalam suatu pembangunan tidak dilakukan secara benar-benar baik sesuai dengan kebutuhan, keselamatan serta kondisi alam di Banjarmasin,” imbuhnya.

Di samping itu, Afrizal juga memberi penekanan kepada kontraktor pelaksana yang menjalankan proyek pembangunan agar betul-betul mencerna Detail Engineering Design (DED) yang diinginkan.

Karena itulah, ia berharap pihak Pemerintah Kota wajib hukumnya menyeleksi kontraktor yang ikut lelang proyek pembangunan. Pemilihan kontraktor pemenang harus disesuaikan dengan bidang yang mereka kuasai.

“Jangan sampai kontraktor yang menang dan terpilih untuk menjalankan pembangunan malah tidak menguasai alias tidak berpengalaman di bidang yang dijalankannya,” tekannya.

Kendati demikian, Afrizal menilai, kunci dari kualitas sebuah perencanaan pembangunan itu semuanya ada di tangan PUPR dan Bapedalitbang.

“Karena jika kedua SKPD tersebut melakukan pengkajian secara benar, maka DED yang dihasilkan pun juga akan bagus dan sesuai perencanaan,” ujarnya.

Di sisi lain, Afrizal mengapresiasi pihak PUPR yang cepat merespon keluhan warga mengenai kondisi oprit Jembatan Gerilya yang mengalami penurunan. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”
AKSI SOLIDARITAS dan Seruan Hapus Outsourcing, Warnai May Day di Mapolresta Banjarmasin
1.079 JCH Embarkasi Banjarmasin Tiba di Madinah
KALSEL Kembangkan Porang 127 Hektare untuk Diversifikasi Pangan
PRAKTIK KENDARAAN Bermuatan Berlebih “Menjadi Momok”,. Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder
DIPRIORITASKAN Legislator Balangan Infrastruktur Juai dan Halong
SEILI, Terdakwa yang Habisi Nyawa Mahasiswi ULM Dituntut 14 Tahun Penjara
RENOVASI AKSES VITAL Jembatan 1 Juli Kelayan Digagas Polresta Banjarmasin bersama Pemko

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 17:27

PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”

Rabu, 29 April 2026 - 16:53

AKSI SOLIDARITAS dan Seruan Hapus Outsourcing, Warnai May Day di Mapolresta Banjarmasin

Selasa, 28 April 2026 - 23:11

KALSEL Kembangkan Porang 127 Hektare untuk Diversifikasi Pangan

Selasa, 28 April 2026 - 17:24

PRAKTIK KENDARAAN Bermuatan Berlebih “Menjadi Momok”,. Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder

Selasa, 28 April 2026 - 17:11

DIPRIORITASKAN Legislator Balangan Infrastruktur Juai dan Halong

Selasa, 28 April 2026 - 17:11

SEILI, Terdakwa yang Habisi Nyawa Mahasiswi ULM Dituntut 14 Tahun Penjara

Selasa, 28 April 2026 - 16:50

RENOVASI AKSES VITAL Jembatan 1 Juli Kelayan Digagas Polresta Banjarmasin bersama Pemko

Selasa, 28 April 2026 - 01:01

WALI KOTA BANJARMASIN “Angkat Bicara” atas Penetapan Tersangka Kasus Sewa Sewa Komputer Jaringan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca