Suarindonesia – Menyusul masih rendahnya penyerapan anggaran pada triwulan kedua di APBD 2019 yang baru mencapai 18 persen, kini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Banjarmasin terus gencar melakukan monitoring dalam melakukan percepatan pembangunan fisik paska beberapa pelaksaan proyek sudah dilakukan kontrak dan lelang.
Bahkan bahwa ditahun 2019 ini, anggaran belanja tidak langsung pembangunan fisik PUPR sebesar Rp273 miliar, yang meliputi pembangunan lanjutan rumah sakit Sultan Suriansyah merupakan pembangunan fisik yang paling besar Rp79 miliyar rupiah, perbaikkan trotoar Rp18 miliar, akses siring Rp9 miliar, dan Jembatan Tatah Bangkal Rp8,6 miliar.

Selanjutnya ada pekerjaan rutin di masing – masing bidang yakni jalan, jembatan, drainase, tata ruang dan bidang cipta karya. “Sekarang ini sedang melakukan kegiatan fisik di lapangan, seperti RS Sultan Suriansyah yang langsung dikerjakan pemenang lelang,” ungkap Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Ir H Arifin Noor MT kepada awak media, Kamis (18/7).
Anggaran tersebut menurutnya lagi, dikerjakan meliputi dari beberapa bidang di PUPR kota Banjarmasin, seperti bidang jalan, bidang jembatan, bidang drainase, dan bidang cipta karya. “Alhamdulillah setiap pembangunan fisik PUPR semuanya telah masuk proses pekerjaan,” katanya.
Arifin kembali menyebutkan memasukki triwulan kedua ditahun 2019 ini, sudah 18 persen serapan anggaran dari berbagai proyek pembangunan fisik bisa dilaksanakan, dan bisa ditingkatkan hingga 30 persen pada agustus 2019 mendatang setelah berhasil dibayarkan kepada kontraktor pembangunan yang telah selesai.

Meski sempat mengalami beberapa kendala, ujarnya lagi seperti lambatnya dilakukan proses lelang untuk mendapatkan pemenang dikarenakan tersendat pada LPSE sendiri. Namun saat ini semua lelang pembangunan hampir diselesaikan hanya ada satu lelang yang belum ada pemenangnya.
Bahkan, katanya, satu lelang tersebut yakni pada proyek penerangan jalan umum, yang saat ini masih dilakukan proses lelang, dengan anggaran Rp1,2 miliar.
Ia pun berharap dengan terlaksananya berbagai program pembangunan tersebut hingga 25 Desember 2019 nanti, target serapan anggaran dari Dinas PUPR kota Banjarmasin bisa terwujud 100 persen. “Mudah mudahan bisa terwujud,” katanya.
Dipaparkan mantan Kadis Perkim Kalsel ini, ada pekerjaan eksisting pipa yang menunggu revisi seperti perpindahan IPA dari daratan ke sungai dengan nilai Rp8 miliar dan IPA untuk pembuangan limbah di Jalan A.Yani. Bahkan penyedia alat listrik untuk PJU sebesar Rp1,2 miliar yang masih menunggu pemenang lelang.
“Insya Allah sesuai target dan mudah – mudahan sebelum akhir desember terserap 100 persen, ” Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Ir H Arifin Noor MT.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















