PROTES Analogikan Adzan, Pendemo Haramkan Menteri Yaqut Berpijak di Tanah Kalsel

- Penulis

Jumat, 4 Maret 2022 - 21:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Surat Edaran (SE) tentang pedoman penggunaan pengeras suara di masjid dan musHala yang diterbitkan oleh yang diterbitkan oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas beberapa waktu lalu berbuntut panjang.

Pasalnya, tak sedikit ummat muslim di Indonesia yang memprotes SE yang terbit dengan nomor 05 tahun 2022 tersebut. Sehingga membuat kegaduhan di masyarakat dalam belakangan ini.

Hal tersebut bertambah parah ketika Yaqut mengeluarkan statemen menganalogikan suara adzan yang dikumandangkan muadzin setiap memasuki waktu salat di masjid dan mushala, dengan gonggongan anjing.

Bahkan, aksi protes atas penyataan Menag RI tersebut juga dilakukan di Kalimantan Selatan.

Puluhan massa yang dipimpin oleh Habib Zein Bahasyim melakukan aksi bela islam gerakan geruduk kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel, pada Jumat (4/3/2022) siang.

 

PROTES Analogikan Adzan, Pendemo Haramkan Menteri Yaqut Berpijak di Tanah Kalsel (2)

 

Massa melakukan long march dimulai dari Halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin menuju kantor Kemenag Kalsel yang berlokasi di jalan D.I, Panjaitan.

Sambil membawa pengeras suara dan membentangkan spanduk yang bertuliskan ‘Yaqut Cholil Qoumas HARAM Berpijak di tanah Kalimantan Selatan’ dan tulisan bernada protes lainnya, massa meneriakkan kritikan disertai takbir.

Koordinator aksi, Muhammad Ruzaini menjelaskan, bahwa tulisan yang mengharamkan Menaq Yaqut untuk menginjakkan kakinya di tanah Banua ini merupakan bentuk emosi yang dirasakan pihaknya ketika mendengar penganalogian suara adzan dengan gonggongan anjing.

“Sangat wajar dan manusiawi, siapa sih yang tidak marah. Karena adzan itu merupakan panggilan untuk kita menjalankan salat atau menghadap Sang Pencipta,” ungkapnya.

Bahkan Israhuddin, salah seorang pengunjuk rasa menegaskan, bahwa pernyataan Menteri Agama yang menganalogikan suara adzan dengan gonggongan adzan sangat menyakiti perasaan umat muslim, termasuk yang ada di Kalimantan Selatan.

“Kalau disamakan dengan suara lonceng di gereja itu masih mending. Tapi kalau disamakan dengan binatang yang najis, sangat tidak pantas,” tegasnya, saat berorasi.

 

PROTES Analogikan Adzan, Pendemo Haramkan Menteri Yaqut Berpijak di Tanah Kalsel (3)

 

“Kita turut mengimbau bergerak bersama untuk memperjuangkan syariat islam,” tambahnya lagi.

Hal senada, juga disampaikan Ridho, salah seorang pengunjuk rasa lainnya, yang merasa teriris dengan pernyataan Menteri Agama karena menganalogikan suara adzan dengan gonggongan anjing.

Baca Juga :   DISAMBUT Pimpinan DPRD Balangan Kunjungan Jajaran Polres

“Semenjak saya lahir tinggal di Kalimantan Selatan, tidak pernah kami merasa terganggu dengan suara adzan. Begitu juga dengan saudara-saudara kami yang non muslim,” pungkasnya.

Tidak sampai di situ, ia menceritakan kalau rumah yang ia tinggali juga satu kawasan dengan penduduk non muslim.

“Bahkan tetangga saya yang kristen malah mengingatkan saya untuk salat ketika adzan. Dan mereka tidak pernah sama sekali merasa terganggu,” tegasnya

Ia pun lantas mengingatkan Menteri Yaqut, untuk segera bertobat dan mengikuti ajaran syariat islam sebagaimana mestinya.

“Kami akan berikan surat pernyataan sikap melalui Kemenag Kalse untuk disampaikan ke pusat dan jadi perhatian di kemudian hari,” harapnya.

Baca Juga :

DIGELAR DIALOG Soal Dugaan Mahasiswa Ikut Demo Diintervensi Kampus Diancam Penghapusan Beasiswa dan KIP

“Kalau tidak ditanggapi, kami pastikan akan ada lagi aksi dengan jumlah massa yang besar,” tegasnya.

Di akhir aksi unjuk rasa, perwakilan massa juga membacakan surat pernyataan sikap yang ditujukan kepada Menteri Agama.

Pertama, penodaan agama Menteri Agama dinilai sangat fatal dan lebih parah seorang Ahok, sehingga harus diproses secara hukum.

Kedua, umat islam Kalsel menuntut Menteri Agar agar segera bertaubat dan menyampaikan secara terbuka. Karena telah membuat gaduh umat Islam atas penganalogian suara adzan dengan gongongan anjing.

Terakhir, merevisi atau membatalkan surat Nomor 05 Tahun 2022 yang mengatur tentang penggunaan pengeras suara di musala dan masjid.

Dalam kesempatan ini, Kepala Kantor Kemenag Kalsel, Muhammad Thambrin yang berhadir menemui massa aksi dan menerima surat sikap pernyataan tersebut dari para demonstran. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang
MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla
SELEKSI KONTINGEN Brisportartcular 2026 Digelar BRI Region 14 Banjarmasin, Tercatat 31 Peserta Berebut 8 Posisi Wakil Badminton
GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca