SuarIndonesia -Kepastian lokasi pemakaman jenazah KH Ahmad Zuhdiannor atau akrab disapa Guru Zuhdi pada sebuah alkah keluarga di belakang rumahnya selama ini, yang memang sudah ada dibuat khisus di kawasan Masjid Jami Sungai Jingah Banjarmasin Utara.
Dari selesai Shalat Maghrib, jenazah sudah dibawa ke makam dan usai shalat Isya mulai dilakukan proses pemakaman, Sabtu (2/5/2020), sekitar pukul 20.15 WITA.
Bahkan banyak para pelayat yang datang hanya bisa menyaksikan jarak jauh saja.
Karena penuhnya lokasi sepanjang jalan kawasan lokasi pemakaman dan tak henti terdengar doa serta zikir untuk mengantar kepergian Guru Kharismatik dan dikenal ramah dan sopan ini ke peristirahatan terakhir.
Tampak pula Walikota Banjarmasin, Ibnu sina Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmad Hemdrawan, para pengusaha dan banyak lagi.
Bahkan dari awal penjemputan di bandara, oleh Sekdaprov Kalsel Drs H Abdul Haris Makkie, Walikota Banjarbaru Drs H Nadji, Forkopinda Kalsel dan sejumlah ulama.
Sisi lain, saat iringan mobil tiba di belakang Masjid Jami Sungai Jingah Banjarmasin, petang ribuan pelayat tak sanggup menahan kesediahan dan menangis karena orang dicintai telah pergi untuk selama-lamanya.
Guru Zuhdi tiba di Banjarmasin setelkah diterbangkan dengan pesawat Lion Air JT 3526.
Guru Zuhdi wafat di usia 48 tahun di Rumah Sakit Medistra Jakarta, Sabtu pagi. Guru meninggal setelah berjuang melawan kanker paru-paru.
Guru Zuhdi dilahirkan tanggal 5 Rajab. Beliau anak dari KH Muhammad (pimpinan Al Falah setelah KH. Tsani).
Dimana KH Muhammad dulu adalah sahabat Abah Guru Sekumpul (Muhammad Zaini Abdul Ghani) dan juga murid dari KH Anang Sya’rani Arief. (DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















