SuarIndonesia — Kementerian Sosial (Kemensos) menyebutkan sebanyak 270 siswa siap mengikuti pendidikan Sekolah Rakyat di tiga gedung permanen di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Tahun Ajaran (TA) 2026/2027, seiring progres pembangunan fisik gedung telah melampaui 70 persen.
Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin Yadi Muchtar di Banjarbaru, Senin (8/6/2026), mengatakan Program Sekolah Rakyat telah menunjukkan perkembangan positif sejak diluncurkan pemerintah, termasuk telah menjangkau sekitar 225 anak yang telah mengikuti pendidikan melalui program tersebut di gedung sementara.
“Kuota penerimaan peserta didik pada tahun ajaran baru 2026 memang disiapkan sebanyak 270 siswa yang tersebar pada tiga Sekolah Rakyat permanen di Banjarbaru, Barito Kuala, dan Tanah Bumbu,” ujarnya.
Ia menyebutkan kuota tersebut terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA, yang akan memperoleh layanan pendidikan dengan sistem berasrama atau boarding school tanpa dipungut biaya.
“Untuk 2026 kami tidak melakukan penerimaan seperti sekolah biasa, tetapi melakukan penjangkauan kepada masyarakat yang masuk Desil 1 dan Desil 2 melalui pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) bersama Dinas Sosial,” kata Yadi Muchtar, melansir dari AntaraKalsel.
Ia mengatakan minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat meningkat setelah program tersebut diperkenalkan secara luas kepada publik, sehingga semakin banyak keluarga sasaran yang memahami manfaat pendidikan gratis bagi anak-anak dari kelompok rentan dan keluarga miskin.
Hasil penjangkauan sementara menunjukkan jumlah calon peserta didik yang berminat mengikuti Sekolah Rakyat cukup tinggi.
Khusus di Banjarbaru, kata dia, lebih dari 200 anak telah menyatakan minat mengikuti program tersebut, termasuk lebih dari 100 calon siswa jenjang SMP, sementara proses penjangkauan masih berlangsung di daerah lain.
Selain peningkatan jumlah peminat, Yadi menilai Program Sekolah Rakyat mulai memberikan dampak terhadap perkembangan peserta didik, baik dari aspek kesehatan, kebersihan, kedisiplinan, maupun kepedulian sosial yang semakin terlihat selama mengikuti proses pendidikan.
Ia menambahkan sejumlah peserta didik juga mulai menorehkan prestasi pada berbagai kegiatan, seperti lomba menggambar, menulis, dan baris-berbaris tingkat provinsi, meskipun program tersebut baru berjalan dalam waktu relatif singkat.
Terkait kesiapan sarana pendidikan, dia menyebut rata-rata progres pembangunan tiga Sekolah Rakyat permanen di Kalimantan Selatan telah mencapai lebih dari 70 persen dan ditargetkan dapat digunakan setelah penyelesaian fasilitas utama berupa ruang kelas dan asrama.
“Harapan dari Kementerian PU (Pekerjaan Umum) sekitar 20 Juni fasilitas utama sudah bisa digunakan, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat segera berjalan pada tahun ajaran baru,” ujar Yadi Muchtar. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















