SuarIndonesia – Produksi batubara di Kalsel tidak terpengaruh dengan pandemi tersebut.
Produksinya masih hampir sama dengan periode tahun lalu yang tidak terjadi wabah.
“Alhamdulillah produksi batubara tidak terjadi penurunan meski sedang dilanda pandemi covid-19,” jelas Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel, Isharwanto, melalui Kabid Minerba, A. Gunawan Harjito, Minggu (26/4/2020).
Disebutkannya, tujuan ekspor batubara Kalsel masih didominasi ke China. Meskipun China diserang covid namum tidak mempengaruhi kebutuhan batubara.
Selain China negara tujuan penjualan batubara adalah Jepang dan India.
perbandingan produksi batubara triwulan tahun 2019 dan 2020 hanya terpaut kurang lebih 2 ribu ton.
Pada triwulan tahun 2019 produksi batubata sebesar 18,077,623.09 ton dengan rincian Januari 5,783,544.53 ton, Februari 5,692,452.98 ton, dan Maret 6,601,625.57 ton.
Sedangka triwulan tahun 2020 jumlah produksi 16,853,781.42 ton dengan rincian Januari 5,703,718.06 ton, Februari 5,287,950.78 ton, dan Maret 5,862,112.58.
“Semoga produksi batubara tetap tinggi dan penjualan berjalan normal, sehingga bisa sedikit menopang perekonomian kita,” pungkas Gun.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















