PRESIDEN Jokowi Serahkan Kelanjutan Pembangunan IKN ke Prabowo: Terserah Beliau!

- Penulis

Kamis, 15 Agustus 2024 - 00:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen Presiden Jokowi Bersama Prabowo Jalan Santai di Depan Istana Garuda IKN. Presiden Jokowi menyerahkan percepatan pembangunan IKN Nusantara kepada Prabowo yang akan dilantik jadi presiden pada 20 Oktober 2024. (Sekretariat Presiden)

Momen Presiden Jokowi Bersama Prabowo Jalan Santai di Depan Istana Garuda IKN. Presiden Jokowi menyerahkan percepatan pembangunan IKN Nusantara kepada Prabowo yang akan dilantik jadi presiden pada 20 Oktober 2024. (Sekretariat Presiden)

SuarIndonesia — Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons pernyataan presiden terpilih Prabowo Subianto mengenai kelanjutan pembangunan gedung-gedung kawasan inti di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo.

“Saya menyampaikan pembangunan Ibu Kota Nusantara mungkin bisa 10, 15, atau 20 tahun. Beliau menyampaikan, ‘wah, kalau saya kurang cepat itu, 4, 5, 6 tahun’. Ya, terserah beliau,” kata Jokowi usai meresmikan Plaza Seremoni Sumbu Kebangsaan IKN, Rabu (14/8/2024).

Dia menyerahkan keputusan terkait percepatan pembangunan kepada Prabowo setelah Ketua Umum Partai Gerindra itu resmi menjabat sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024.

“Ya, itu nanti terserah presiden Prabowo, setelah 20 Oktober,” ujarnya mengutip CNNIndonesia, Rabu (14/8/2024).

Prabowo sebelumnya mengatakan pembangunan gedung-gedung lembaga legislatif dan yudikatif di kawasan IKN perlu segera dilakukan.

Prabowo menilai jika gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Mahkamah Konstitusi (MK), dan Mahkamah Agung (MA) sudah berdiri, maka secara substansi, pembangunan IKN dapat dianggap selesai.

Prabowo pun menyarankan agar Otorita IKN segera mengadakan sayembara untuk desain pembangunan gedung DPR-MPR, MA, MK, beserta perumahan anggotanya.

Alasan Jokowi Bangun IKN: Istana Jakarta Bau Kolonial

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Istana Kepresidenan Jakarta dan Bogor ‘bau kolonial’. Hal itu ia sampaikan saat memperkenalkan istana baru di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Presiden Jokowi di IKN. Jokowi ingin Indonesia punya istana buatan anak bangsa sendiri, karena istana di Jakarta dan Bogor ‘bau kolonial’. (Sekretariat Presiden)

Dia mengatakan istana di Jakarta dan Bogor dibangun oleh pemerintahan Belanda di masa penjajahan. Menurutnya, belum ada istana kepresidenan yang dibuat anak-anak bangsa.

Baca Juga :   CEGAH Karhutla dan Kekeringan OMC Diintensifkan

“Jadi bau-baunya kolonial, selalu saya rasakan, setiap hari dibayang-bayangi,” ucap Jokowi saat memberi arahan kepada para kepala daerah di Istana Negara, IKN, Selasa (13/8/2024) lalu.

Jokowi bercerita Istana Negara Jakarta adalah bekas kantor Gubernur Jenderal Pieter Gerardus van Overstraten. Lalu, Istana Merdeka dipakai Gubernur Jenderal Johan Wilhelm van Lansberge.

Sementara itu, Istana Kepresidenan Bogor adalah bekas kantor Gubernur Jenderal GW Baron van Imhoff.

Jokowi ingin Indonesia punya istana kepresidenan buatan bangsa sendiri. Maka, kata dia, hal itu akan diwujudkan di IKN, ibu kota negara baru.

Saat ini, IKN sudah memiliki dua istana, yaitu Istana Garuda dan Istana Negara. Istana Garuda difungsikan sebagai kantor presiden, sedangkan Istana Negara sebagai acara kenegaraan.

Meski begitu, Jokowi menyampaikan pembangunan IKN secara keseluruhan baru 20 persen. Dia menyebut butuh belasan tahun hingga IKN rampung.

“[IKN] dimulai dari 2021-2022, akan selesai kira-kira 10-15 tahun yang akan datang, jadi masih sangat panjang,” ucap Jokowi. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HELIKOPTER CH-47 Chinook dari Jepang Tangani Karhutla Mulai 12 September
KAPAL INDUK Giuseppe Garibaldi Dikerahkan Tangani Karhutla
SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar
POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla
POLRI Diminta Proses Hukum Korporasi Terlibat Karhutla
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng
PRESIDEN Prabowo: Karhutla Jangan Sampai Masuk Zona Inti IKN
8 BANDARA Ditutup! 1.558 Penerbangan Ditunda

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:58

KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Selasa, 8 September 2026 - 21:53

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 September 2026 - 20:40

KEMENHUT Tangkap BG Pemodal Illegal Logging

Selasa, 8 September 2026 - 20:34

MANFAATKAN Inovasi Cairan Surfaktan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 22:54

OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 13:13

DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan

Berita Terbaru

Hujan lebat terjadi di sepanjang Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (8/9/2026) petang.(Foto: Kompas.com)

Kalteng

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:53

Hujan di Kalsel. (Foto: Istimewa)

Balangan

HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca