PPDB Onlie SMP Pakai Sistem Zona

PPDB Onlie SMP Pakai Sistem Zona

Suarindonesia – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Banjarmasin akan menggunakan tiga jalur penerimaan terdiri dari jalur zonasi, jalur prestasi dan jalur luar zona dengan pembagian kouta masing-masing jalur yang berbeda.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Drs Totok Agus Daryanto mengatakan terdapat tiga jalur masuk SMP di Banjarmasin dengan jadwal jalur zonasi dan luar zonasi dimulai sejak tanggal 1 sampai dengan 4 Juli 2019, dan jalur berprestasi pada tanggal 10 sampai dengan 15 Juni 2019.

“Meskipun memakai tiga macam jalur ini, tetap pada jalur zonasi yang memiliki kouta terbanyak yakni 90 persen dari kouta perkelas sebanyak 32 orang. Kemudian untuk jalur prestasi ada 5 persen dan 5 persennya diperuntukkan untuk jalur luar zona,” ucapnya kepada wartawan, Rabu (29/5) siang.

Menurut Totok, kebijakan terintegritas secara nasional terkait 90 persen kouta diutamakan untuk jalur Zonasi bertujuan untuk mendekatkan peserta didik dengan rumahnya dan pemerataan standar mutu antarsekolah sehingga beberapa tahun berjalan tidak ada lagi sekolah unggulan.

“Sistem zonasi tahun ini berdasarkan daerah administratif kecamatan, zona Banjarmasin Selatan misalnya dihuni oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri yang berada di Kecamatan Banjarmasin Selatan dan harus menerima dari SD setempat juga,” ujar Totok.

Selanjutnya ia menerangkan selain dari zonasi, saat seleksi pun seluruh SMPN di Kota Banjarmasin memakai seleksi radius. “Jadi yang mana yang paling terdekat jarak rumah atau tempat tinggal dengan sekolah maka siswa itu yang akan diutamakan masuk terlebih dahulu pada sistem jalur zonasi,” terangnya.

Sementara itu berbeda dengan jalur prestasi, menurut Totok, jalur berprestasi akan dihuni oleh peserta didik dari seluruh lulusan SDN yang mendapat nilai minimal rata-rata 9 untuk setiap mata pelajaran yang diUNkan dan mereka bebas untuk memilih masuk SMP manapun sesuai dengan minat dari peserta didik tersebut karena yang diutamakan adalah indeks prestasi.

Selain itu Totok juga mengeluarkan kebijakan terkait sekolah yang berada di perbatasan. “Misal sekolah yang ada di Kelurahan Alalak nah ini adalah sekolah di perbatasan kota dengan kabupaten Batola. Mereka bisa mengambil kebijakan untuk menerima lebih dari kouta 5 persen luar zonasi apabila sekolah tersebut masih memungkinkan atau kekurangan peserta didik baru,” pungkasnya.

Adapun terkait SMP swasta, Totok membeberkan bukan wewenang pemerintah, melainkan hak dari masing-masing instansi swasta sesuai kebijakan yang mereka pegang. “Terkecuali untuk swasta ini bebas sebebas-bebasnya mereka menerapkan sistem apa pun, baik mengikuti kita yang negeri ataupun dengan kebijakan mereka sendiri,” kata Totok.(SU)

 321 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: