POPULASI Itik Alabio Berhasil Ditingkatkan Hingga 3,3 Juta Ekor

- Penulis

Selasa, 3 Februari 2026 - 23:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar itik Alabio Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan. Pemprov Kalsel berhasil meningkatkan populasi Itik Alabio hingga mencapai 3,3 juta ekor. (Foto: Dok Antara)

Pasar itik Alabio Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan. Pemprov Kalsel berhasil meningkatkan populasi Itik Alabio hingga mencapai 3,3 juta ekor. (Foto: Dok Antara)

SuarIndonesia — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berhasil meningkatkan populasi ternak itik atau bebek Alabio lewat program prioritas sistem integrasi itik di lahan rawa dan lahan kering hingga mencapai 3,3 juta ekor.

Kabid Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel Edi Santoso di Banjarbaru, Selasa (3/2/2026) menyampaikan, lewat program yang disingkat Siti Hawa Lari tersebut peternakan bebek di provinsi ini menunjukkan tren positif tahun 2025.

“Kita optimistis dengan program ini makin meningkat lagi sektor peternakan bebek di provinsi kita,” ujarnya.

Sebab data pada 2024 lewat program ini berhasil menciptakan populasi bebek Alabio yang berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Utara tersebut mencapai 3,2 juta ekor, pada 2025 menjadi 3,3 juta ekor.

Menurut Edi, fokus pembangunan sektor peternakan plasma nutfa itik Alabio melalui program Siti Hawa Lari tersebut membentuk 700 klaster peternak bebek lokal.

“Ratusan klaster peternak bebek tersebut terdapat di seluruh kabupaten/kota,” ungkapnya.

Menurut Edi, pemerintah provinsi memberikan bantuan bagi peternak diantaranya berupa bibit, pakan hingga perkandangan.

Baca Juga :   TAHURA SA Ditutup Sementara untuk Percepat Penanganan Karhutla

Diungkapkan dia, pada 2026 ini, Pemprov Kalsel menjajaki kerja sama dengan pihak swasta maupun dari perkebunan sawit dalam membantu peningkatan sektor ternak bebek di provinsi ini.

“Sehingga bukan hanya berasal dari dana APBD maupun APBN tapi adanya keterkaitan atau dukungan dari investor maupun dari peternakan dari perusahaan-perusahaan swasta yang ada di Kalimantan Selatan,” ujar Edi melansir dari AntaraNews.

Dengan gerakan memajukan sektor peternakan bebek ini, ungkap dia, kebutuhan daging bebek di provinsi ini bisa terpenuhi bahkan bisa dikirim ke daerah lain.

“Diharapkan peternakan bebek ini bisa menjadi salah satu pilar utama ekonomi kerakyatan di provinsi ini,” ujarnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERKAIT Karhutla, 5 hingga 6 Perusahaan Bakalan Kena Sanksi
EKSPOR Benih Lobster Disetop Selamanya
PEGADAIAN Championship 2026/2027: Barito Putera Tumbangkan Persiba 2-0
GUNUNG TITI Sasaran Kapolres HST “Long March” Peduli Lingkungan hingga Antisipasi Potensi Karhutla
KECELAKAAN BERUNTUN di Kawasan Lingkar Utara Dipicu Kabut Asap
MISTERI Seorang Nelayan Tewas Berdarah Tergeletak di Rumah Warga Terus Diselidiki Polisi
ZIARAH MAKAM Memperingati 164 Tahun Wafatnya Pahlawan Nasional Pangeran Antasari
DUA TEMPAT TERBAKAR, Menara Fried Chicken dan Jegger

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:41

TARGET 2026 Bedah 413 Rumah Tidak Layak Huni di Kalsel, Calon Penerima Cek Melalui DTSEN

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:23

TARGET EKONOMI Tinggi Tapi Anggaran Minim, DPRD Kalsel Ingatkan Bappeda dan BPKAD

Rabu, 30 September 2026 - 21:26

TAMPIL di Podcast OBLIGASI Bank Kalsel, Wali Kota Yamin Ajak Warga Pilah Sampah

Rabu, 30 September 2026 - 21:24

DISEBUT Untuk Referensi Bank Kalsel, Komisi II DPRD Kalsel Pelajari Kredit UMKM Bank BPD DIY, Bunga 3 Persen

Selasa, 29 September 2026 - 21:22

IWAPI Dorong Bank Kalsel Beri Kredit 0 Persen untuk UMKM Perempuan

Senin, 28 September 2026 - 21:33

BANK KALSEL Siapkan Aksel University, Fokus Perbankan Syariah

Senin, 28 September 2026 - 21:17

SEMARAK Harjad ke-500, Bank Kalsel Hadirkan Promo Agen Laku Pandai

Senin, 28 September 2026 - 21:14

BANK KALSEL Syariah Hadirkan Aneka Produk Simpanan

Berita Terbaru

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian (kanan) bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menandatangani Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pengelolaan Sarana Prasarana, serta Ketenagaan Penyuluhan Pertanian dalam rangka Swasembada Pangan Berkelanjutan di Gedung Sasanan Bhakti Praja (SBP), Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (12/10/2026). (HO-Kemendagri)

Nasional

PEMDA Diminta Aktif Sukseskan Swasembada Pangan

Senin, 12 Okt 2026 - 19:39

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca