SuarIndonesia — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berhasil meningkatkan populasi ternak itik atau bebek Alabio lewat program prioritas sistem integrasi itik di lahan rawa dan lahan kering hingga mencapai 3,3 juta ekor.
Kabid Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel Edi Santoso di Banjarbaru, Selasa (3/2/2026) menyampaikan, lewat program yang disingkat Siti Hawa Lari tersebut peternakan bebek di provinsi ini menunjukkan tren positif tahun 2025.
“Kita optimistis dengan program ini makin meningkat lagi sektor peternakan bebek di provinsi kita,” ujarnya.
Sebab data pada 2024 lewat program ini berhasil menciptakan populasi bebek Alabio yang berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Utara tersebut mencapai 3,2 juta ekor, pada 2025 menjadi 3,3 juta ekor.
Menurut Edi, fokus pembangunan sektor peternakan plasma nutfa itik Alabio melalui program Siti Hawa Lari tersebut membentuk 700 klaster peternak bebek lokal.
“Ratusan klaster peternak bebek tersebut terdapat di seluruh kabupaten/kota,” ungkapnya.
Menurut Edi, pemerintah provinsi memberikan bantuan bagi peternak diantaranya berupa bibit, pakan hingga perkandangan.
Diungkapkan dia, pada 2026 ini, Pemprov Kalsel menjajaki kerja sama dengan pihak swasta maupun dari perkebunan sawit dalam membantu peningkatan sektor ternak bebek di provinsi ini.
“Sehingga bukan hanya berasal dari dana APBD maupun APBN tapi adanya keterkaitan atau dukungan dari investor maupun dari peternakan dari perusahaan-perusahaan swasta yang ada di Kalimantan Selatan,” ujar Edi melansir dari AntaraNews.
Dengan gerakan memajukan sektor peternakan bebek ini, ungkap dia, kebutuhan daging bebek di provinsi ini bisa terpenuhi bahkan bisa dikirim ke daerah lain.
“Diharapkan peternakan bebek ini bisa menjadi salah satu pilar utama ekonomi kerakyatan di provinsi ini,” ujarnya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















